Kamis, 9 April 2026

Duet Jokowi JK

Berawal dari Ngobrol dengan Tamu, Siti Bugiah Bisa Bertemu Jokowi

Ibarat mimpi yang menjadi kenyataan, Siti juga menjadi orang penting lantaran menerima potongan tumpeng pertama dalam acara syukuran rakyat

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM  – Siapa sangka hanya berawal dengan obrolan santai, antara Siti Bugiah seorang pengemudi taksi dengan tamu yang dibawanya, bakal menjadi awal cerita pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Ibarat mimpi yang menjadi kenyataan, Siti juga menjadi orang penting lantaran menerima potongan tumpeng pertama dalam acara syukuran rakyat salam tiga jari di Monas, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014) malam. Ibu dua anak itu sengaja diundang panitia acara setelah bertemu penumpang yang dianggapnya misterius.

"Awalnya saya nggak sangka ngobrol sama tamu. Saya kan memang selalu ngobrol tanya-tanya. Ngga bisa diem (bawa mobil) malah ngantuk," kata Siti kepada Tribunnews.com.

Wanita dengan gaya bahasa yang periang ini menuturkan, awalnya seorang pria memberhentikan taksinya di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kepada tamunya tersebut, Siti berujar soal sosok Jokowi yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI. Siti yakin mantan Walikota Surakarta tersebut mampu membangun negara menjadi makmur, lantaran jiwanya yang ikhlas dan rela bekerja dengan niat tulus dari hati.

"Saya bilang gimana presiden baru pak? Kalau saya sih pasti pilih nomor dua. Dari awal (gubernur DKI) sampai mencalonkan jadi presiden emang feeling saya akan tercapai juga. Tapi saya ingin sekali bertemu," ceplos Siti kepada tamunya itu.

Asyik bercerita dengan tamunya, Siti bahkan mengaku sempat menangis. Kekagumanya kepada Jokowi rasanya ingin ditunjukkan dirinya kepada setiap orang.

"Terus bapaknya nanya. 'Kenapa ibu? Ibu bener-bener ingin ketemu dengan Pak Jokowi?" tanya penumpang itu.

"Ya udah ibu saya ada sebagian kenal orang di lingkungan Pak Jokowi, nanti ibu tinggalin nomor ibu ya," kata Siti mengingat ucapan penumpang pria tersebut.

Lantaran tak yakin, ditambah perasaan yang bahagia Siti kembali menangis. Tanpa pikir panjang Siti pun memberikan seluruh nomor HP yang dimilikinya. Namun masih ada tanya dalam hati Siti.

"Untuk apa pak? Jangan bohong pak, jangan tambah buat saya sedih," katanya.

Penumpang tersebut kata Siti kemudian diantarnya ke sebuah kantor yang berada tepat diseberang Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Karena masih tak percaya, Siti kembali bertanya sebelum tamunya itu turun. Namun dirinya semakin yakin bahwa orang yang dibawanya itu ialah orang penting. Setelah turun Siti masih memperhatikan pria itu berjalan menuju kantornya.

"Securiti aja sampai hormat. Bukan orang sembarangan ini mah," lanjutnya.

Satu hal yang diingat Siti, penumpang tersebu meminta Siti untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Dia bilang sama saya, sabar ibu berdoa aja Insya Allah, Insya Allah tunggu aja. Ibu berdoa aja ikhlas dan bersyukur aja. Insya Allah," kata Siti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved