Prahara Partai Golkar

Pimpinan Dituding Otoriter, Rapat Pleno Golkar Kembali Ricuh

Namun, menurut Sekjen Golkar Idrus Marham, Aburizal alias Ical melimpahkan mandatnya memimpin rapat pleno kepada Theo.

Pimpinan Dituding Otoriter, Rapat Pleno Golkar Kembali Ricuh
Kompas.com
Dua kelompok pemuda yang mengatasnamakan Angkatan Muda Partai Golkar bentrok di lapangan parkir kantor DPP partai Golkar, Slipi, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2014) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Rapat pleno persiapan Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar untuk memilih Ketua Umum baru kembali ricuh di ruang rapat Pleno, DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (24/11/2014).

Rapat pleno lanjutan itu dipimpin Theo L Sambuaga yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Theo membuka rapat sekitar pukul 17.40 WIB.

Mulanya, rapat pleno akan dipimpin Wakil Ketua Umum Golkar lainnya yakni Agung Laksono karena sang Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie tidak hadir.

Agung sudah siap duduk di depan dan menyatakan rapat pleno terbuka untuk media. Namun, menurut Sekjen Golkar Idrus Marham, Aburizal alias Ical melimpahkan mandatnya memimpin rapat pleno kepada Theo.

"Sesuai mandat yang dibacakan pak Sekjen, dengan ini rapat pleno DPP Partai Golkar yang diskors kemarin sore saya cabut skorsnya dan dilanjutkan," kata Theo.

Theo mengatakan rapat pleno memutuskan menyetujui hasil rapimnas Yogyakarta yang menyepakati Munas 30 November 2014 mendatang.

Berselang beberapa menit kemudian, kemudian, Theo pun langsung menutup rapat pleno dan meninggalkan ruangan rapat.

Seketika itu mayoritas peserta rapat berteriak interupsi dan menyatakan Theo otoriter karena mengambil keputusan sepihak. "Dengan ini saya cabut skorsnya dan rapat pleno Partai Golkar kami lanjutkan," ucap Theo.

Saat itu suasana yang sebelumnya tenang menjadi tidak kondusif. Terdengar pecahan gelas di lantai disela-sela teriakan interupsi peserta rapat pleno.

Tampak sebagian peserta rapat melemparkan bungkusan air mineral ukuran gelas. Salah seorang peserta rapat berujar ketua rapat bersikap semena-mena.

"Telah dengan otoriter mengambil keputusan sepihak, membuka dan menutup. Memang benar partai golkar bukan partai yang demokratis, partai yang tidak demokratis," katanya.

Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved