Rabu, 3 Juni 2026

Kenaikan Harga BBM

Kapolri: Korban Tertimpuk Batu Lalu Terinjak-injak

Saat itu korban yang adalah warga Jl Pampang I ini terkena lemparan batu lalu terinjak-injak

Tayang:
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ari, korban tewas saat bentrokan antara mahasiswa demonstran yang menolak harga BBM naik dengan polisi di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (27/11/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kapolri Jendral Polisi Sutarman menegaskan korban tewas saat bentrokan antara mahasiswa UMI dengan polisi di depan kantor Gubernur Sulsel hingga ke depan kampus UMI, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (27/11/2014) malam karena terkena lemparan batu.

Menurut Kapolri, saat itu korban yang adalah warga Jl Pampang I ini terkena lemparan batu lalu terinjak-injak. (Baca juga: Satu Tewas di Lokasi Bentrok Demo Mahasiswa UMI Makassar dan Polisi)

"Saat itu petugas masih 200 meter. Ketimpuk batu dan luka di kepala. Setelah itu terinjak-injak," terang Sutarman, Jumat (28/11/2014) di Mabes Polri.

Sebelumnya Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan pihak Polri telah memperkuat pengamanan untuk mengamankan demo di Makassar.

Berbagai upaya pun menurut Boy sudah dilakukan Polri untuk menghindari unjuk rasa yang kerap berakhir bentrok.

"Kami pernah mengumpulkan para rektor perguruan tinggi di Makassar. Kami sudah sering berdiskusi dengan para rektor. Unras boleh dalam kaitan undang-undang, kesadaran hukum yang belum terwujud dalam berunjuk rasa," tutur Boy.

Boy pun berharap kedepan para mahasiswa bisa lebih elok dalam mengisi demokrasi dengan tidak berunjuk rasa yang berujung anarkis dan bentrok.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved