Minggu, 12 April 2026

Budi Gunawan Tersangka

Budi Gunawan Tersangka, Pengamat: Jokowi Tak Serius Pilih Orang bersih

Presiden Joko Widodo dinilai tidak mampu memilih orang-orang bersih yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan.

Editor: Rendy Sadikin
Kompas.com
Kalemdikpol Komisaris Jenderal Budi Gunawan melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (26/7/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo dinilai tidak mampu memilih orang-orang bersih yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan.

Terbukti, Selasa (13/1/2015), calon tunggal Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini membuktikan presiden Jokowi tidak mampu memilih orang-orang bersih yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan," ungkap Heri Budianto, pakar Komunikasi Politik dan Direktur Eksekutif PolcoMM Institute kepada Tribunnews.com, Selasa (13/1/2015).

Kata Heri, sejak awal, penolakan beberapa elemen masyarakat atas nama Budi Gunawan yang diajukan sebagai Kapolri terjadi.

Penolakan itu karena tidak seragamnya Presiden menerapkan standard dalam menentukan pejabat negara khususnya ditubuh kepolisian dengan tidak melibatkan KPK dan PPATK menunjukkan bahwa presiden tidak konsisten dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Tidak konsisten ini khususnya dalam konteks pemilihan pembantu presiden. Soal kapolri KPK dan PPATK tidak dilibatkan," terang Heri.

Menurut pengamat politik tersebut, ini adalah tamparan berat bagi presiden dan mestinya ini menjadi pembelajaran agar kedepan lebih baik dan tidak membuat standard berbeda.

Sangat disayangkan, imbuhnya, di awal ketika anggota kabinet dipilih, masyarakat memberikan apresiasi kepada presiden. Namun soal kapolri, lanjutnya, Jokowi tidak konsisten.

"Dengan ditetapkannya sebagai tersangka Komjen BG ini, presiden sebaiknya memberikan keterangan pers kepada publik, untuk menghindari penilaian negatif presiden," ungkapnya.

"Jika presiden tidak memberikan penjelasan soal ini, maka penilaian terhadap presiden semakin negatif, apalagi jika dikaitkan dengan tuduhan-tuduhan lawan-lawan politik Jokowi yang menyatakan Jokowi tunduk pada tokoh-tokoh partai tertentu," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved