Sabtu, 2 Mei 2026

Panglima TNI: Tak Ada Pemimpin Lahir Tiba-tiba

Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberikan pembekalan kepada 341 siswa SMA Taruna Nusantara kelas XI.

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberikan pembekalan kepada 341 siswa (245 putra dan 98 putri) SMA Taruna Nusantara kelas XI tentang Jiwa Patriotisme Pemuda dan Kepemimpinan di Masa Depan, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa (3/3/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberikan pembekalan kepada 341 siswa (245 putra dan 98 putri) SMA Taruna Nusantara kelas XI tentang 'Jiwa Patriotisme Pemuda dan Kepemimpinan di Masa Depan', di Aula
Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Panglima TNI dalam pembekalannya mengatakan, kepemimpinan merupakan ilmu dan seni. Sebagai ilmu dapat dipelajari
namun sebagai seni merupakan bawaan sejak lahir, sehingga ada istilah pemimpin itu dilahirkan karena memang setiap orang membawa masing-masing gaya di dalam memimpin. Tetapi kepemimpinan tersebut dapat juga dipelajari oleh setiap
orang.

"Masing-masing kalian lahir sudah dibekali Tuhan untuk jadi pemimpin," kata Jenderal TNI Moeldoko.

Jenderal TNI Moeldoko mengatakan bahwa pemimpin tersebut harus dipersiapkan, tidak ada pemimpin yang lahir tiba-tiba, filosofi orang tua dulu hebat, membuat SMA Taruna Nusantara sehingga bagaimana menciptakan kader-kader pemimpin masa depan agar memiliki daya saing komparatif dan daya saing kompetitif.

Menurutnya, Indonesia memiliki daya saing komparatif, karena kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, namun ketinggalan dalam daya saing kompetitif.

"Melalui SMU inilah kita berharap, negara memiliki harapan yang sangat tinggi agar kalian begitu selesai nanti mau dimanapun berkarya, kalian memiliki daya saing kompetitif," ujar Panglima TNI.

Diakhir pembekalannya Panglima TNI menekankan, syarat seorang pemimpin yaitu harus memiliki kapasitas yang memadai, integritas yang baik, loyalitas yang tidak diragukan, dan akseptabilitas.

Sementara itu, pimpinan rombongan siswa SMA Taruna Nusantara Brigjen TNI (Purn) Wahid Hidayat, mengatakan bahwa kunjungan siswa SMA Taruna Nusantara diharapkan dapat lebih cinta tanah air, memiliki wawasan kebangsaan, memiliki wawasan kejuangan dan kebudayaan, serta mampu meningkatkan jiwa kepemimpinan dengan cara mengenal lebih jauh dengan tokoh-tokoh yang menginspirasi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved