Hukuman Mati

Jokowi Terlihat Mulai Ragu Eksekusi Mati Gembong Narkoba Australia

Pemerintah hingga kini belum melakukan eksekusi mati terpidana narkoba. Eksekusi terhadap dua gembong narkoba asal Australia Andrew Chan dan Myuran

Editor: Gusti Sawabi
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Andri Malau
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) membuka Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) Tahun 2015, di Pusat Niaga JI-EXPO, Kemayoran, Jakarat, Kamis (12/3/2015). Setelah membuka IFEX 2015, Jokowi blusukan kesiapannya stand peserta pameran. (Tribunnews.com/Andri Malau) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah hingga kini belum melakukan eksekusi mati terpidana narkoba. Eksekusi terhadap dua gembong narkoba asal Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran‎.

"Indonesia takut sama Australia karena negara kanguru tersebut telah banyak membantu Indonesia terutama dalam hal pendidikan dan pembangunan serta penangangan terorisme," kata Anggota Komisi III DPR Nashir Djamil ketika dikonfirmasi, Minggu (15/3/2015).

Selain itu, Nashir melihat Presiden Jokowi mulai ragu dengan eksekusi tersebut. ‎Hal itu disebabkan adanya ancaman untuk membuka hasil sadapan pembicaraan Presiden Jokowi semasa kampaanye pilpres.

"Semakin kita tunda maka semakin kita ragu untuk bertindak. Ibarat arena tinju, posisi Indonesia saat ini semakin tersudut dan mulai bersandar ke tali ring tinju," ujarnya.

Menurut Ketua DPP PKS itu,‎ Australia akan terus melancarkan serangan. Seharusnya, Indonesia sekali-kali menyerang seperti Menkopolhukam yang mengancam Australia akan menjadi lautan manusia jika tidak menahan para imigran yang akan masuk ke negeri kangguru itu.

‎"Sepertinya Australia ingin meng-KO-kan Indonesia dengan ancaman dan opini yang dilancarkannya," imbuhnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved