Pemerintah Indonesia Evakuasi WNI di Yaman dengan Segala Cara
"Kenapa enggak bisa lebih cepat, karena semua airport ditutup. Baru kemarin ada buka, tapi sangat terbatas, hanya sekian jam dan sekian pesawat."
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman sudah memberlakukan siaga satu, setelah Liga Arab dipimpin Arab Saudi menyerang kantung-kantung milisi pemberontak Houthi.
Situasi ini menyulitkan pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi warga negara Indonesia yang masih tertahan di Yaman. Meski sulit melalui jalur udara, Pemerintah Indonesia berupaya mengevakuasi WNI melalui jalur laut dan darat lewat perbatasan.
"Kenapa enggak bisa lebih cepat, karena semua airport ditutup. Baru kemarin ada buka, tapi sangat terbatas, hanya sekian jam dan sekian pesawat. Ada opsi lain, seperti lewat darat menuju perbatasan. Kita juga akan melihat kemungkinan opsi lewat laut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Armanatha Nasir (Tata) di Kemenlu, Jakarta, Senin (30/3/2015).
Tidak hanya terkendala dalam evakuasi, pemerintah juga sulit mengidentifikasi lokasi tinggal WNI di Yaman lantaran banyak terpencar. Namun, KBRI di Sanaa, Yaman, tetap bergerak mengumpulkan informasi keberadaan WNI di sana.
"Penekanan di sini kami menggunakan semua opsi untuk mengeluarkan WNI dari Yaman. Kami juga minta WNI di sana untuk mau dievakuasi. Kan kami juga enggak bisa memaksa orang (untuk dievakuasi, red)," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/yaman-mengungsi_20150326_055656.jpg)