Prahara Partai Golkar
Ruhut: Sedih, Golkar Aku Tinggalkan Malah Terpuruk
Politisi Demokrat Ruhut Sitompul mengaku sedih dengan hiruk pikuk yang terjadi di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik dualisme kepengurusan Golkar antara Agung Laksono Cs dengan kubu Aburizal Bakrie terus berlangsung. Politisi Demokrat Ruhut Sitompul mengaku sedih dengan hiruk pikuk yang terjadi di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.
Ruhut merupakan mantan kader Golkar. "Jadi kisruh Golkar, aku paling sedih, Kenapa, partai yang membesarkan aku kok jadi begini, mestinya kawan-kawan itu tidak demikian," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/3/2015).
Ruhut mengaku keluar dari Golkar lalu bergabung dengan Partai Demokrat. "Aku meninggalkan Golkar setelah memenangkan Golkar dari kekalahan di 2004. Kok terpuruk terus setelah ditinggalkan," ujar Anggota Komisi III DPR itu.
Menurut Ruhut, kubu Ical termasuk Ade Komaruddin dan Bambang Soesatyo tidak perlu mempertahankan pendapatnya. Sebab, pemerintah telah memenangkan Agung Laksono Cs.
"Ini kan politik, yang dimenangkan pemerintah masa yang ganggu dia. Partai lain kenapa mencampuri," ujarnya
Ia pun meminta Pimpinan DPR agar segera mengeluarkan keputusan pengangkatan Agus Gumiwang Kartasasmita serta Fayakhun Andriadi sebagai Ketua serta Sekretaris Fraksi Golkar. Ruhut juga yakin hak angket terhadap Menkumham Yasonna akan kalah di paripurna.
"Di mana menguatnya, enggak sampai setengah kan dikubu Agung. Sekarang Gerindra dan PKS doang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141024_140202_ruhut-sitompul.jpg)