Program Makan Bergizi Gratis
Fadli Zon: Prinsipnya MBG Itu Adalah Pelayanan, Bukan Bisnis
MBG merupakan bentuk pelayanan negara kepada rakyat dan tidak boleh dijadikan sebagai ladang bisnis baru bagi pihak-pihak tertentu.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk pelayanan negara kepada rakyat dan tidak boleh dijadikan sebagai ladang bisnis baru bagi pihak-pihak tertentu.
Fadli Zon menegaskan, prinsip utama MBG adalah pelayanan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Pada prinsipnya yang namanya MBG itu adalah pelayanan, bukan bisnis. Nah jadi salah sekali kalau kemudian ada yang menjadikan MBG ini adalah semacam lahan bisnis baru, ladang bisnis baru," kata Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Kendati demikian, Fadli Zon menilai jika program tersebut mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara wajar, hal itu merupakan dampak positif yang diharapkan.
Namun, Menteri Kebudayaan ini mengingatkan agar tidak terjadi praktik monopoli oleh kelompok tertentu.
Baca juga: BGN Bantah Harga Motor Listrik MBG Rp58 Juta, Sebut Hanya Rp42 Juta per Unit
"Apa yang menjadi kebijakan Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto) MBG ini adalah bagian dari satu pelayanan, tetapi dari usaha itu kemudian men-generate satu pertumbuhan ekonomi dengan wajar saya kira itu sangat baik karena itulah sebenarnya yang diharapkan keterlibatan masyarakat yang lebih luas," ujar Fadli.
"Jadi bukan hanya kelompok-kelompok tertentu apalagi dimonopoli dan seterusnya," lanjut dia.
Fadli menjelaskan bahwa MBG bukan merupakan program baru di tingkat global.
Ia menceritakan pengalamannya saat menjadi siswa pertukaran pelajar AFS di Amerika Serikat pada tahun 1989-1990, di mana ia sudah merasakan program makan gratis di sekolah publik.
Baca juga: Harga Telur Ayam Turun di Tengah Mahalnya Pakan, Pemerintah Diminta Intervensi Lewat MBG
Menurut dia, jika pemerintahan sebelumnya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur fisik, Presiden Prabowo Subianto kini ingin memberikan penekanan pada pembangunan manusia.
"Pak Prabowo ingin menekankan kepada pembangunan sumber daya manusia, SDM-nya. Kita tahu bahwa banyak sekali daerah-daerah kabupaten-kabupaten yang angka stunting-nya tuh cukup tinggi. Nah ini menjadi perhatian beliau gitu, bagaimana melakukan intervensi supaya angka stunting ini turun," tutur Fadli.
Intervensi gizi ini, kata Fadli, sangat krusial untuk mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut dukungan gizi harus dimulai sejak ibu hamil hingga melahirkan generasi Alfa dan Beta yang kuat dan mampu bersaing secara global.
Mengenai adanya penyimpangan dalam praktik MBG di lapangan, Fadli menganggap hal tersebut sebagai tantangan yang lazim ditemui pada masa awal implementasi sebuah kebijakan besar.
"Dan saya kira itu yang harus ditertibkan yang harus dilakukan perbaikan-perbaikan dan saya kira itu sedang dilakukan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Fadli-Zon-1-02042025.jpg)