Polri Pernah Latih Anjing Raksasa dari Eropa Tapi Gagal
Anjing raksasa dari ras Saint Bernard dan ras Mastiff pernah dicoba menjadi anjing polisi tapi gagal. Kedua anjing ini hanya cocok sebagai penjaga.
Laporan Wartawan Wartakota, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Sudah 56 tahun anjing mendapat tempat di Kepolisian Republik Indonesia. Berbagai jenis anjing telah dicoba dari anjing ras sampai mongrel atau kampung. Hasilnya ada yang gagal dan berhasil.
Baca juga: Anjing Pelacak Polri Pertama Hibah dari Pengusaha Belanda.
Kepala Detasemen K-9 Direktorat Polisi Satwa Badan Pemelihara Keamanan Polri, AKBP Nasib Damero Sianipar menceritakan sampai akhir 1970-an polisi belum mampu membeli anjing impor. Sebagian besar anjing yang dimiliki saat itu hasil hibah.
Namun pada tahun 1980-an, ketika anggaran dari negara mengucur, polisi mulai mencari anjing ke luar negeri dan mendatangkan jenis baru untuk dicoba menjadi anjing polisi.
Ada dua ras anjing bertubuh besar dan satu ras raksasa yang dicoba pada 1980-an. Ras yang dimaksud adalah Saint Bernard yang ramah dari Swiss dan ras Mastiff yang terkenal galak dari Inggris. Tapi dua ras anjing itu gagal, tak bisa diarahkan menjadi anjing pelacak narkotika maupun kriminal umum.
"Mereka lebih cocok jadi anjing penjaga saja," ungkap Damero kepada Warta Kota di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2015).
Polisi kembali mencoba anjing raksasa ras lain jenis Great Dane dari Jerman. Anjing berbulu pendek ini tingginya bisa mencapai 160 centimeter. Apabila berdiri dengan dua kaki, Great Dane bisa lebih tinggi dari manusia setinggi 170 centimeter.
Anjing itu juga gagal dijadikan anjing pelacak polisi. Great Dane tak punya insting mempertahankan sebuah benda sampai mati-matian sebagaimana ciri khas anjing pelacak. Great Dane lebih cocok sebagai anjing pekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anjing-jenis-great-dane_20150404_114614.jpg)