Pembacaan Al Quran dengan Langgam Jawa Memicu Perdebatan
Ada yang mendukung penggunaan langgam Jawa dalam pembacaan Al Quran. Namun, tak jarang pula yang menganggap sang qari menyalahi aturan.
Artinya: "Bacalah Al-Qur’an sesuai dengan LUHUN (cara/nada/lagu/langgam) dan suara orang-orang Arab. Dan jauhilah olehmu cara membaca orang-orang fasik dan ahlul Kitab (Yahudi & Nasrani). Maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum setelahku yang melagukan Al-Qur’an seperti nyanyian dan rohbaniyah (membaca tanpa tadabbur), suara mereka tidak dapat melewati tenggorokan mereka (tidak dapat meresap ke dalam hati), hati mereka dan orang-orang yang simpati kepada mereka telah terfitnah (keluar dari jalan yang lurus).
Sekadar informasi, selama ini langgam atau irama dalam membaca Al Quran yang lazim digunakan terpengaruh dari timur tengah.
Beberapa langgam yang dikenal adalah: Bayyati, Shoba, Hijazi, Nahawand, Sika, Rasta alan nawa, Jiharka, Banjaka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/muhammad-yasser-arafat_20150518_085021.jpg)