Politisi PDIP: Indonesia Belum seperti Yunani
Andreas Eddy Susetyo, menyatakan bahwa Indonesia saat ini belum mengalami situasi perekonomian yang dialami Yunani.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR Komisi XI, Andreas Eddy Susetyo, menyatakan bahwa Indonesia saat ini belum mengalami situasi perekonomian yang dialami Yunani.
"Kita belum seperti Yunani, perbankan Indonesia lebih kuat, perekonomian kita saat ini belum seperti pada tahun 1998," kata Anggota DPR fraksi PDIP ini di sela-sela diskusi PARA Syndicate pada Jumat (3/7/2015).
Andreas yang pernah menangani turn-over Bank Mandiri, mengungkapkan dalam situasi ekonomian global saat ini pemerintah harus mendengar masukan dari pasar karena sebagian besar pemilik pasar modal di Indonesia adalah pihak asing.
"Suka atau tidak pemerintah harus dengar pasar, 64 persen pasar modal dikuasai asing," ujarnya.
Ia mengkritisi sikap presiden dan wakil presiden yang sering mengeluarkan pendapat tidak sepaham seperti pada pembekuan PSSI dan revisi undang-undang KPK.
Menurut Andreas, perbedaan pendapat Joko Widodo dan Jusuf Kalla dapat menyebabkan kegalauan pelaku pasar.
"Presiden dan wakil presiden yang belum dwi tunggal, satu ke kiri satu ke kanan. ini membuat kegalauan pasar.
Sebelumnya diberitakan bahwa Yunani hampir mengalami kebangkrutan akibat gagal membayar pinjaman Lembaga Moneter Internasional (IMF) sebesar Rp 23,6 triliun.
Kebangkrutan Yunani dikhawatirkan akan memberikan dampak pada perekonomian global termasuk Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/polisi-yunani_20150609_075729.jpg)