Seleksi Calon Pimpinan KPK

Calon Pimpinan KPK Hendardji Soepandji Punya Rumah Senilai Rp 20 Miliar

Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hendardji Soepandji, memiliki rumah di Jakarta Selatan seharga sekitar Rp 20 miliar.

Calon Pimpinan KPK Hendardji Soepandji Punya Rumah Senilai Rp 20 Miliar
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Rumah Hendardji Soepandji, Jalan Prapanca Raya 102 b, Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hendardji Soepandji, memiliki rumah di Jakarta Selatan seharga sekitar Rp 20 miliar. Nilai rumah tersebut terpampang pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Hendardji setelah mengakhiri tugas sebagai Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI Angkatan Darat tahun 2012.

Panitia Seleksi Capim KPK pun tergelitik menelusuri asal usul kekayaan Hendardji yang nilai seluruhnya mencapai Rp 32,2 miliar dan 405 ribu dolar AS. Pansel menanyakannya ketika mewawancarai Hendardji, pekan lalu.

Hendardji mengaku, kekayaannya tergolong wajar. Kekayaan tersebut, menurut Hendardji, merupakan akumulasi selama bertugas di TNI selama sekitar 36 tahun. Selain itu, kekayaan yang dilaporkan di LHKPN merupakan gabungan dari harta Hendardji dan istrinya yang merupakan pejabat tinggi di Kementerian Kesehatan.

"Jadi itu harta kami, saya berdua dengan istri saya," kata Hendardji di hadapan Pansel Capim KPK.

Penelusuran Tribunnews, rumah Hendardji terletak di Jalan Prapanca Raya No 102, Jakarta Selatan. Terletak di sebelah musala dan sekretariat Majelis Takim Al-Amin, rumah warna putih tersebut "tersembunyi" di balik pagar tembok setinggi sekitar dua  meter.

Sementara sejumlah pedagang makanan mangkal di luar pagar rumah Hendardji.

Seorang petugas keamanan di kawasan itu memperkirakan, rumah Hendardji berdiri di lahan seluas ratusan meter persegi.

"Luasnya antara 400 hingga 500 meter persegi," ujarnya, pekan lalu.



Dalam LHKPN tahun 2012, Hendardji menyatakan memiliki tanah dan bangunan seluas 400 dan 412 meter persegi di Jakarta Selatan hasil sendiri perolehan tahun 2003 sampai 2007 senilai Rp 20 miliar. Pada LHKPN yang dibuat 2008 dan 2010, Hendardji menyatakan nilai tanah dan bangunan itu Rp 2,1 miliar.

Kawasan Prapanca tergolong kawasan emas di Jakarta Selatan. Terletak di antara Blok dan Kemang yang sudah lama dikenal sebagai kawasan para ekspatriat, harga tanah di Prapanca bisa tembus ke angka Rp 50 juta per meter persegi.

Rata-rata rumah di Jalan Prapanca Raya berukuran besar dan memiliki halaman yang proporsional. Halaman rumah Hendardji juga ditumbuhi tanaman hias. Setidaknya ada tiga pohon palem yang pucuknya melebihi tinggi pagar.
Petugas keamanan setempat membenarkan bahwa halaman rumah Hendardji ditumbuhi tanaman-tananam hias. Selain itu, ada kolam renang pribadi di rumah tersebut. Keasrian halaman rumah-rumah di kawasan itu selaras dengan pohon-pohon yang tumbuh di tepi Jalan Prapanca Raya.

Pemandangan lain, hampir seluruh rumah di kawasan tersebut mempekerjakan petugas keamanan swadaya. Para petugas keamanan itu berjaga di pos satpam yang didirikan di dekat pintu gerbang.

Petugas keamanan setempat mengatakan, Hendardji tinggal di Prapanca sejak 2008. Ia tidak  tahu pasti tempat tinggal Hendardji sebelumnya.

"Ada yang bilang sebelumnya tinggal di Cipayung, Jakarta Timur," katanya.

Dia mengatakan, Hendardji merupakan warga yang ramah. Mayoritas warga Jalan Prapanca Raya kenal Hendardji.
"Meskipun jarang terlihat karena kesibukannya sebagai pejabat, namun beliau ramah," katanya. (Tribunnews/taufik ismail)

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved