Guru Honorer Makan Satu Bungkus Berempat saat Demonstrasi
Dengan ikat kepala berwarna ungu sebagai identitas mereka, keempatnya melahap makan siang yang diberikan oleh pengurus
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Della, Ningrum, Siti dan Rika, tiga pengajar yang ikut berdemo di depan gedung DPR/MPR dari sekian ribu guru honorer yang menginginkan kejelasan status mereka untuk menjadi PNS. Keempatnya, berasal dari Forum Honorer K2 Kabupaten Tangerang.
Dengan ikat kepala berwarna ungu sebagai identitas mereka, keempatnya melahap makan siang yang diberikan oleh pengurus. Nasi padang berkuah santan dengan lauk telor rebus pun harus mereka makan saat jelang Maghrib.
"Ini harusnya makan siang. Tapi baru bisa kami makan hari gini," ujar Della di depan gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Mereka beralasan bahwa selain persediaan makanan yang kurang, juga tidak ada waktu untuk memakan makanan tersebut. Waktu mereka tersita untuk berjalan kaki ke berbagai kementerian. Di saat siang, mereka katakan bahwa habis waktu mereka untuk jalankan ibadah.
Namun, tidak ada terlihat dari mereka wajah yang menampakkan kesedihan. Makan satu bungkus nasi berempat, bagi mereka sesuatu yang menyenangkan.
"Ini namanya, sama rasa. Berbagi itu enak," kata Rika saat setelah menyuap nasi di tangannya.
Waktu terus berjalan, orasi pun terus berlanjut meminta kejelasan. Saat azan Maghrib berkumandang, mereka menyingkir sebentar untuk memberi guru honorer lain tempat untuk beribadah.
Aksi guru honorer di depan gerbang gedung DPR/MPR tersebut sebagai bentuk soliditas para guru honorer untuk menunggu perwakilan mereka yang beraudiensi di Komisi II DPR RI bersama dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/guru-honorer-demo_20150915_212426.jpg)