Pemerintah Indonesia-Rusia Bahas Pembelian Jet Tempur Sukhoi 35

Menhan mengaku telah menerima intruksi langsung Presiden Joko Widodo untuk membeli Sukhoi SU-35.

WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Pesawat Sukhoi TNI AU melintasi Lanud Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2015). Dua pesawat itu dan dua pesawat F-16 melakukan patroli udara di kawasan Blok Ambalat, yang masih menjadi sengketa antara RI dan Malaysia. Patroli ini merupakan bagian dari Operasi Perisai Sakti 2015. WARTA KOTA/ALEX SUBAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu menyatakan dirinya akan segera menemui perwakilan Rusia guna membahas pembelian Sukhoi SU-35 akhir September 2015.

"Sejauh ini belum (bertemu perwakilan Rusia), rencananya akhir bulan ini," katanya di Jakarta, Senin (21/9/2015)

Dia mengaku telah menerima intruksi langsung Presiden Joko Widodo untuk membeli Sukhoi SU-35 karena TNI AU masih menggunakan F-5 Tiger yang sudah berusia 40 tahun.

"Ini untuk mengganti F-5 yang usianya sudah 40 tahun, (pilot) lihat terbang saja takut," kata dia dikutip Antara.

Dia menjelaskan, pembelian Sukhoi SU-35 akan bertahap, sedangkan yang akan dibeli adalah setengah skuadron.

"Itu sudah diproses pemerintah dan instruksi presiden," kata Ryamizad.

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan F-5 sudah tidak digunakan beberapa negara, bahkan Taiwan sejak dua tahun lalu tidak menggunakannya.

Dia juga menilai skuadron F-5 milik Indonesia sudah waktunya diganti. "Namun Panglima TNI ingin mengganti skuadron F-5 jangan tanggung," ujarnya.

Politikus PKS itu mengatakan Indonesia harus melakukan lompatan dalam modernisasi Alutsista dengan memiliki efek tangkal di kawasan, seperti Sukhoi SU-35. (*)

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved