Senin, 27 April 2026

PDIP: Laporan Puan di MKD Serangan Balik Kasus Donald Trump

PDI Perjuangan angkat bicara mengenai pelaporan Puan Maharani ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Editor: Johnson Simanjuntak
ist
Menko PMK Puan Maharani saat memberikan sambutan di Seminar Tingkat Tinggi tentang Isu-isu terkait Kependudukan dan Pembangunan di Indonesia, di Jakarta, Senin (21/9/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan angkat bicara mengenai pelaporan Puan Maharani ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Diketahui, Aliansi Mahasiswa Peduli Parlemen melaporkan Puan dan Tjahjo Kumolo karena Politikus PDIP itu dianggap rangkap jabatan sebagai menteri dan anggota DPR.

Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan penggganti Puan yakni Dharmawan Prasodjo yang kini menjabat sebagai Staf kepresidenan.

"Nah dia harus ditanyakan dulu apa bersedia," ujar Trimedya ketika dikonfirmasi, Rabu (23/9/2015).

Ia mengatakan Puan dan Tjahjo sudah tidak ada masalah dengan persoalan mundur dari posisinya sebagai anggota DPR. PDIP pun menyatakan siap menghadapi pelaporan tersebut.

"Biasa lah. Ini serangan balik dari kasus Donald Trump," ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah pelaporan itu dilakukan oleh orang bayaran, ia mengaku tidak mengetahuinya. "Ramainya setelah Donald Trump. Politik memang begitu," kata Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Sementara Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan sesuai tata acara verifikasi yang dilanjutkan dengan proses penyelidikan.

"Kita akan lihat pihak yang relevansi dan dipanggil untuk dimintai keterangan. Atau kita bisa datang, tidak harus ke DPR," ujarnya.

MKD, kata Dasco, juga dapat menanyakan kepada PDIP alasan belum melakukan pergantian terhadap Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo.

"Apakah masalahnya di mereka atau mekanisme dipartainya. Apakah ini layak dijadikan perkara kita akan nilai," kata Politikus Gerindra itu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved