Hary Tanoe Kritik Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Hary Tanoesoedibjo, mengatakan langkah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi harus diapresiasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo, mengatakan langkah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi harus diapresiasi.
Namun paket kebijakan tersebut tidak bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi yang ada.
Hary Tanoe mengatakan, dari empat paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, hanya kebijakan terakhir yang cukup menjawab permasalahan.
"Yang terakhir dengan adanya evaluasi, insentif tiga persen, dan (bunga) KUR (Kredit Usaha Rakyat) turun dua persen, saya pikir itu baik," katanya kepada wartawan, usai menghadiri diskusi Rembug Pemuda yang digelar di kantor pusat Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2015).
Selain kebijakan tersebut, seluruh kebijakan dalam empat paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah, belum menjawab permasalahan yang ada. Hary Tanoe menyebut saat ini permasalahan Indonesia adalah kelesuan ekonomi, yang harus diselesaikan dengan mendorong masyarakat bawah.
Namun kebijakan-kebijakan seperti deregulasi, pemangkasan birokrasi dan penetapan upah yang berada dalam empat kebijakan yang ada, menurut Hary Tanoe hanya menguntungkan masyarakat kelas atas. Sehingga menurutnya kebijakan-kebijakan itu tidak menjawab permasalahan.
"Yang perlu dibangun itu masyarakat menengah kebawah, karena mereka yang merasakan. Saya harap kedepan kebijakannya bisa menyentuh golongan ekonomi lemah," jelasnya.
Pemerintah menurut Hary Tanoe harus lebih mendorong program-program, yang mempermudah akses masyarakat kelas bawah atau pengusaha kecil, mengakses dana mudah dengan bunga terjangkau.
"Dan kebijakan yang kondusif, supaya mereka bisa produktif," tandasnya.