Selasa, 7 April 2026

Survei LSI: 86,11 Persen Publik Khawatir ISIS Serang Indonesia

Jajak pendapat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menemukan ada sejumlah alasan yang mendasari kekhawatiran itu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mayoritas masyarakat Indonesia khawatir aksi terorisme yang terjadi di Paris, Perancis, Jumat(13/11/2015) dapat merembet hingga ke Indonesia.

Jajak pendapat dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menemukan ada sejumlah alasan yang mendasari kekhawatiran itu.

Peneliti LSI, Fitri Hari mengatakan dari 600 responden, 86,11 persen diantaranya mengaku khawatir jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dapat menjadikan Indonesia sebagai target serangan berikutnya.

Hal itu dilatarbelakangi fakta bahwa jaringan ISIS sudah sampai ke Indonesia, terbukti dari berbagai pemberitaan di media massa mengenai pengungkapan jaringan tersebut.

Selain itu, sebelum ISIS terbentuk aksi teror juga sudah kerap terjadi.

Pelemahan ekonomi yang terjadi saat ini, telah menyebabkan banyak orang jatuh miskin. Menurut Fitri dari kasus yang terungkap selama ini, diketahui mayoritas pelaku teror adalah mereka yang kesulitan secara ekonomi.

"Ada sekitar 83,78 persen responden yang percaya kondisi ekonomi mempengaruhi aksi teror," ujarnya dalam pemaparannya di kantor LSI, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2015).

Meluasnya radikalisme dan sektarian juga dipercaya dapat menumbuhkan bibit-bibit terorisme. Di Indonesia radikalisme dan sektarian adalah dua hal yang tengah berkembang, sehingga masyarakat khawatir ekskalasi aksi teror di tanah air akan meningkat.

"Ada 59,62 persen yang percaya radikalisme dan sektarian bisa mempengaruhi," ujarnya.

Survei LSI itu dilakukan pada 15-17 November lalu, terhadap 600 responden yang tersebar di tujuh kota besar, termasuk di Jakarta, Denpasar dan Medan.

Fitri mengatakan dari survei LSI juga diketahui, responden yang mengkhawatirkan aksi teror di Indonesia akan menigkat latar belakangnya sangat beragam. Mulai dari mereka yang berpendidkkan tinggi hingga rendah, serta mereka yang berlatar belakang ekonomi menengah ke atas hingga rendah.

Beradasarkan latar belakang, diketahui mayoritas yang mengkhawatirkan aksi teror itu, adalah laki-laki yang berada di kota besar, yang lebih mudah mengakses informasi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved