Mantan Ketua MA Ungkap Asal Usul Munculnya Calo Sidang Tilang

Sidang tilang adalah sidang yang jumlahnya paling banyak ditangani pengadilan, yakni mencapai 3,2 juta

SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
SIDANG TILANG 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang tilang adalah sidang yang jumlahnya paling banyak ditangani pengadilan, yakni mencapai 3,2 juta per tahunnya.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Tumpa, jumlah tersebut jauh lebih banyak dari sidang pidana umum yang hanya mencapai sekitar 100 ribu per tahun.

Dalam diskusi "Pemanganan Perkara Tilang Oleh Pengadilan," di Warung Daun, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2015), Harifin mengatakan pengadilan kewalahan menangani sidang tilang yang jumlahnya luar biasa banyak. Jumlah hakim tidak mencukupi.

Alhasil sidang pun digelar dengan segala keterbatasannya.

Seorang hakim terpaksa menangani ribuan kasus sendirian.

Si pelanggar lalu lintas terpaksa menerima pelayanan yang buruk, ia harus menunggu berjam-jam untuk sidang tersebut.

"Si pelaku akan menunggu berjam-jam, sehingga waktu kerja mereka habis di pengadilan. Maka muncul orang-orang yang menawarkan jasa, calo-calo untuk menembus perkara ini," katanya.

Saat ia menjabat sebagai ketua MA, ia sempat mengeluarkan kebijakan untuk menambah waktu kerja hakim, sehingga sidang tilang bisa digelar lebih lama, dan mengurangi antrian sidang.

"Mereka kan harus dibayar lembur, ini yang belum terakompdasi dalam anggaran," ujarnya.

Penyebab terjadinya calo, adalah informasi yang salah, mengenai si pelanggar hukum yang harus hadir di persidangan.

Padahal bisa saja si pelanggar tidak hadir.

Namun konsekuensinya si pelanggar tidak bisa menyampaikan keberatannya secara langsung ke hakim.

"Semoga persoalan seperti ini bisa dicarikan solusinya," ujar Harifin.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved