Natal 2015
Penyebab Macet Parah Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Libur natal dan tahun baru kali ini menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas tol di Jakarta , Jawa Barat, maupun Jawa Tengah macet.
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Libur natal dan tahun baru kali ini menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas tol di Jakarta , Jawa Barat, maupun Jawa Tengah macet.
Bahkan kemacetan yang terjadi lebih parah dibanding libur lebaran Juli lalu.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan kemacetan parah terjadi karena libur panjang yang berbarengan dengan libur sekolah.
Ditambah lagi Liburan kali ini, masyarakat bepergian dalam rentang waktu yang hampir bersamaan menggunakan jalan tol.
"Lebaran yang lalu kan anak-anak sekolah sudah libur duluan, orangtuanya masih belakangan. Itu yang pertama," katanya usai melakukan patroli pantauan udara, Jumat (25/12/2015).
Kedua, masih beroperasinya kendaraan berat dan angkutan barang.
Tidak bisa dipungkiri, angkutan barang menghambat lanju kendaraan roda empat di jalan tol.
"Kemudian truk angkutan berat, menjadi penyebab kepadatan," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya sudah membuat surat kepada Menteri Perhubungan agar angkutan berat kecuali Sembako dan BBM tidak beroperasi.
"Kita minta agar tidak beroperasi sementara saat natal dan tahun baru ini," katanya.
Ketiga, masalah infrastruktur.
Pada lebaran lalu, tol darurat menuju Brebes dapat difungsikan.
Sementara saat ini, tol darurat tersebut sedang dalam tahap pengaspalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
"Operasi lilin ini beda dengan operasi ketupat lalu dimana kita fungsikan tol darurat atas koordinasi dengan Kementrian PU (pekerjaan umum)," ucapnya.
Mantan Kapolda Riau ini mengatakan institusinya sudah mencoba mengantisipasi dan mengurangi kemacetan yang terjadi.
Diantaranya dengan menambah personil yang ditempatkan di simpul-simpul kemacetan.
"Termasuk koordinasi dengan pengelola jalan tol, agar transaksi dipintu tol dipercepat karena menyebabkan antrian," katanya.
Selain itu petugas juga telah memberlakukan contra flow dan rekayasa lalu lintas disejumlah ruas jalan yang padat.
Seperti contoh yang bakal diterapkan rekayasa lalu lintas adalah menuju tol Pejagan.
"Agar petugas membuang arus ke tol kanci. Namun itu belum dilakukan,"
Jenderal bintang dua tersebut meminta masyarakat yang akan atau sedang melakukan perjalanan sebaiknya memantau media atau menghubungi saluran milik kepolisian terdekat.
Gunanya untuk mengurangi resiko terjebak kemacetan panjang.
"Saya menyarankan untuk tetap meng-up date informasi baik melalui media maupun kepolisian.," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/condro-kirono_20151225_200048.jpg)