Idul Adha 2026
Guru Besar Trisakti Soroti Transparansi Anggaran Rp 100 Miliar Untuk Sapi Kurban Prabowo
Trubus Rahardiansyah menyoroti polemik penyaluran ribuan hewan kurban sapi atas nama Presiden Prabowo Subianto pada momentum Idul Adha
Ringkasan Berita:
- Harusnya disebut bantuan kemasyarakatan presiden
- Pertanyakan kenapa bantuan hanya bentuk sapi saja
- Soroti transparansi anggaran sekitar Rp 100 miliar yang dikeluarkan sebagai bantuan presiden untuk pengadaan sapi kurban
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, angkat bicara mengenai polemik penyaluran ribuan hewan kurban sapi atas nama Presiden Prabowo Subianto pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.
Menurutnya dari kebijakan tersebut ada beberapa hal yang dipermasalahkan masyarakat.
Pertama, penyampaian Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro soal bantuan Presiden Prabowo.
"Penjelasan Pak Juri itu hanya mengatakan nilainya sekitar Rp 100 miliar dan menyebut itu bantuan Presiden Prabowo. Harusnya sebut saja bantuan kemasyarakatan presiden," kata Trubus saat dihubungi di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Ia juga mempertanyakan bantuan tersebut mengapa hanya berupa hewan sapi.
"Di masyarakat itu kan kurban enggak hanya sapi, ada kambing. Kenapa kok tidak termasuk kambing, domba segala. Karena sapi itu di masyarakat hanya peternak tertentu yang punya," imbuhnya.
Baca juga: Habiburokhman Jelaskan Dasar Hukum Hewan Kurban Prabowo dari APBN, Sebut Keberpihakan ke Rakyat
Selain itu, ia juga menyoroti transparansi anggaran sekitar Rp 100 miliar yang dikeluarkan sebagai bantuan presiden tersebut.
"Yang menjadi problem juga karena ini, tidak terbuka nilainya itu berapa, karena yang disebut sekitar Rp100 miliar. Jangan-jangan itu nanti ujung-ujungnya setelah ditelusuri ternyata lebih dari Rp 100 miliar, atau malah Rp 200 miliar kan enggak tahu, masyarakat butuh transparansi itu," katanya.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan 1.098 sapi kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan sapi yang disumbangkan Presiden tersebut berasal dari peternak lokal.
Baca juga: Ray Rangkuti: Rp100 M untuk Sapi Kurban Prabowo Habiskan 70 Persen Jatah DOP dan Banmaspres Setahun
“Sehingga diharapkan momentum ini mereka (peternak lokal) dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi, karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (26/5/2026).
Kata Juri, Presiden berharap Idul Adha kali ini menjadi momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri.
Sekaligus juga sebagai momentum dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.
“Dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri,” katanya.
Lanjut dia, Presiden pun memberikan arahan agar sapi-sapi yang disumbangkan tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sapi-kurban-milik-Presiden-Prabowo-Gibran.jpg)