Kerja Polri Diharapkan Lebih Agresif dengan Mutasi 282 Perwira
Wakil Kepala Kepolisian Negara Repulik Indonesia Komjen Pol Budi Gunawan menandatangani dua telegram rahasia dipenghujung tahun 2015.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Kepala Kepolisian Negara Repulik Indonesia Komjen Pol Budi Gunawan menandatangani dua telegram rahasia dipenghujung tahun 2015.
Telegram rahasia tersebut bernomor ST/2718/ XII/2015 dan ST/2718/XII/2015 tertanggal 31 Desember 2015 tersebut berisi mutasi perwira tinggi dan perwira menengag di lingkungan kepolisian.
Ada 282 perwira tinggi dan perwira menengah yang terkena mutasi tersebut baik ditingkat Polres, Polda, hingga Mabes Polri.
"Mutasi ini merupakan perubahan besar di tubuh Polri, selain karena ada yang pensiun juga merupakan penataan komposisi personil menyongsong Tahun Baru 2016," kata Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada tribunnews.com, Jumat (1/1/2015).
Dikatakan Neta, kenapa dinilai sebagai penataan komposisi, sebab ada beberapa pejabat yang baru menjabat, kemudian diberi posisi baru yang lebih baik.
"Dengan adanya komposisi baru ini diharapkan Polri akan lebih cepat lagi melakukan perubahan dan revolusi mental," ucapnya.
Penataan dan perubahan yang menonjol terlihat di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Neta melihat sepertinya Polri dan BNN hendak berlari cepat dalam memberantas Narkoba di 2016.
Sebab selama ini dinilai Neta, meski pemberantasan narkoba secara agresif dilakukan tapi peredaran narkoba di Indonesia tetap tinggi, bahkan Indonesia masuk dalam kondisi darurat narkoba.
"IPW berharap ke depan Polri dapat lebih serius lagi dalam melakukan pemberantasan narkoba dan mengungkap kasus kasus korupsi," ucapnya.
Ia berharap dengan mutasi saat ini Polri bisa lebih bekerja secara agresif.
"MUtasi kali ini diharapkan mampu merealisasikan agar Polri makin bekerja cepat dan agresif," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gedung-mabes-polri_20151117_225017.jpg)