Selasa, 14 April 2026

Buku Saku 0 Persen oleh Kantor Staf Presiden, Ini Respons IJTI dan Kulturolog

Buku Saku Program 0 Persen diluncurkan, IJTI dan kulturolog nilai perkuat transparansi, literasi publik, dan kepercayaan masyarakat

Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Peluncuran Buku Saku Program 0 Persen mendapat respons positif. 
  • Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia menilai buku ini penting untuk transparansi dan literasi publik.
  • Sementara Iwan Jaconiah menyebutnya sebagai bagian dari strategi besar pembangunan kesejahteraan di era Prabowo Subianto.

TRIBUNNEWS.COM - Peluncuran Buku Saku 0 Persen bertajuk “Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026” oleh pemerintah mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Buku yang disusun oleh Kantor Staf Presiden (KSP) ini dinilai menjadi instrumen penting dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta literasi publik terhadap program kesejahteraan.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menilai buku tersebut memiliki nilai strategis bagi masyarakat dan insan pers dalam menyampaikan informasi berbasis data.

Sementara itu, kalangan kulturolog memandangnya sebagai bagian dari narasi besar pembangunan kesejahteraan nasional di era pemerintahan Prabowo Subianto.

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Buku Saku Penerima Program Prabowo, Keluarga Naila Dapat Rp 208 Juta per Tahun

Respons IJTI 

Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Herik Kurniawan, menyatakan bahwa buku saku tersebut memiliki nilai strategis, baik bagi masyarakat maupun insan pers dalam menyampaikan informasi berbasis data.

“Sebagai Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), saya menyambut baik hadirnya buku saku yang disusun oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dengan tema Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026,” ujarnya.

Menurutnya, buku ini tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga memperkuat ekosistem keterbukaan informasi publik di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi kebijakan.

“Buku ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta literasi publik terkait berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

Herik menilai penyajian informasi yang ringkas dan mudah dipahami menjadi kunci penting di tengah derasnya arus informasi yang kerap tidak terverifikasi.

“Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks, kehadiran panduan yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami seperti ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui hak-haknya sekaligus memahami mekanisme penyaluran bantuan secara tepat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa buku tersebut dapat menjadi rujukan bagi media dalam menjaga kualitas pemberitaan.

“Tidak hanya itu, buku saku ini juga dapat menjadi rujukan bagi insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis data kepada publik,” katanya.

Lebih lanjut, Herik menekankan pentingnya keterbukaan informasi sebagai fondasi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Kami di IJTI memandang bahwa keterbukaan informasi mengenai program kesejahteraan merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tegasnya.

Ia pun berharap inisiatif ini terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan kebijakan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved