Senpi Hilang Jatuh ke Tangan Teroris, Lapas di Tangerang Dijaga Ketat
Kantor Wilayah Kemenkumham Banten memperketat pengawasan dan penjagaan di seluruh lapas Kota Tangerang.
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kantor Wilayah Kemenkumham Banten memperketat pengawasan dan penjagaan di seluruh lapas Kota Tangerang.
Khususnya Lapas Klas I Tangerang terkait hilangnya sembilan senjata api dari tempat tersebut beberapa waktu lalu.
Diberitakan sebelumnya, hilangnya sembilan senjata api ini pertama kali dikemukakan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti pada 23 Januari 2016.
Dikatakannya, sembilan senjata api tersebut disita dari seorang teroris yang berperan sebagai penyedia senjata bernama Ronal alias Alfa yang ditangkap pada 22 Januari 2016.
Pengakuan Ronal, sembilan senpi tersebut berasal dari Lapas Klas I Tangerang.
"Hari dimana diumumkan bahwa sembilan senpi tersebut hilang, kami langsung lakukan razia menyeluruh. Semua Lapas di Provinsi Banten sudah kami sisir. Penjagaan juga kami perketat," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Susi Susylawati saat dihubungi pada Selasa (26/1/2016).
Susi mengatakan, dari hasil razia kemarin, tidak ditemukan adanya senjata lain yang hilang dari Lapas mana pun.
"Jadi hanya sembilan senpi dari Lapas Klas I Tangerang saja yang hilang. Sisanya tidak ada sama sekali. Ini yang sedang ditelusuri, bagaimana senjata-senjata itu bisa keluar dan sampai ke tangan teroris," kata Susi.
Walau tidak menurunkan petugas tambahan ke tiap Lapas, Susi menuturkan, pihaknya hingga kini masih melakukan pembinaan kepada seluruh petugas Lapas.
"Kami lebih memberikan penyuluhan kepada para petugas lapas, khususnya ke petugas Lapas Klas I Tangerang yang kami anggap bertanggung jawab atas terjadinya kasus ini," ungkapnya.
Terkait lima teroris tahanan Lapas Klas I Tangerang yang sekitar dua pekan lalu dijemput Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Susi mengatakan sampai sekarang pihaknya juga belum mendapat kabar lebih lanjut perihal maksud dan tujuan penjemputan itu.
"Densus 88 sama sekali tidak bicara apapun sampai sekarang. Mungkin untuk kepentingan penyidikan. Kami sendiri masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari yang bersangkutan, " kata Susi.
Untuk diketahui, kelima narapidana teroris yang dijemput pada tanggal 16 Januari lalu bernama Agung Prasetyo, Khoribul Mujid, Induroh, Jaenudin, dan Emirat Berlian Nusantara. (Banu Adikara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penarikan-senpi-milik-anggota-polri-di-malang_20151209_042110.jpg)