Rabu, 15 April 2026

Komisi III DPR Cecar Komisioner Soal SOP Penggeledahan KPK

Adies menginginkan hubungan antar lembaga tetap terjalin dengan baik tanpa hiruk pikuk.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
KPK geledah ruang kerja nggota Komisi V dari PDIP Damayanti Wisnu Putranti. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR mencecar Komisioner Komisi Pemberantasan (KPK) mengenai penggeledahan yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.

Dimana, KPK meminta bantuan Brimob bersenjata laras panjang saat menggeledah ruang anggota DPR.

Anggota Komisi III DPR dari Golkar Adies Kadir mengatakan tidak ingin hubungan antar lembaga yang kurang baik.

"Ada penyidik masuk ke rumah kami tanpa mau ditanya, keperluan apa, masuk saja di pos pun begitu, membawa senjata laras panjang, rompi peluru siap perang," kata Adies di ruang rapat Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

‎Ia mempertanyakan apakah penyidik KPK pernah diancam anggota DPR atau mereka tidak percaya dengan parlemen sehingga harus membawa senjata lengkap.

Adies menginginkan hubungan antar lembaga tetap terjalin dengan baik tanpa hiruk pikuk.

"Kami ingin tahu SOP penggeledahan, karena kami telah rapat dengar pendapat dengan pak Kapolri, permintaan KPK memang seperti itu, kami ingin mengetahui tentang penggeledahan," kata Adies.

Sedangkan Anggota Komisi III DPR dari Gerindra Sufmi Dasco Ahmad‎ juga mempertanyakan SOP penggeledahan KPK tersebut. Ia mengingatkan mengenai UU MD3.

Dimana bila ada anggota tertangkap tangan, MKD harus mendapat surat dari penegak hukum terkait penggeledahan.

"Bila MKD menyetujui penyitaan maka aparat penegak hukum wajib didampingi pimpinan dan anggota," tutur Dasco.

Dasco mengatakan penyidik yang datang tidak berkomunikasi dengan baik.

Malah tidak mau masuk ke MKD untuk berkoordinasi, ia pun menyampaikan kejadian tersebut kepada pimpinan DPR.

Dasco sempat mengira anggota Brimonb yang hadir dikarenakan penjagaan kompleks parlemen pascaledakan Bom Thamrin.

Ia melihat Brimob saat mendampingi KPK menggeledah ruangan Politikus PDIP Damayanti.

"Ternyata saya tahu Brimob dibawa KPK, saya lapor ke pimpinan dewan," katanya.

Hal senada juga disebutkan Anggota Komisi III dari PKS Nasir Djamil.

Ia ingin mengetahui SOP penggeledahan KPK yang harus diperbaiki.

"Perlu diperbaiki agar hal ini tidak terulang. Aparat Brimob dengan senjata laras panjang walau mereka hanya mengawal," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved