Ledakan Bom di Sarinah

Polri Diminta Telusuri Penyelundupan Senjata untuk Keperluan Terorisme

Aksi teror yang terjadi di Sarinah, MH Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, diketahui menggunakan senjata api yang berasal dari Filipina.

Polri Diminta Telusuri Penyelundupan Senjata untuk Keperluan Terorisme
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga melakukan aksi simpatik terkait terkait serangan bom Sarinah saat acara Car Feee Day di Kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu (17/1/2016). Pasca serangan teror bom pada Kamis (14/1/2016) lalu, warga melakukan aksi dukungan dengan berbagai cara seperti menaburkan bunga dan beberapa soanduk dukungan penumpasan teroris. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN. 

Laporan Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi teror yang terjadi di Sarinah, MH Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, diketahui menggunakan senjata api yang berasal dari Filipina.

Untuk itu, ‎Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Muhammad Yusuf meminta Polri menelusuri penyelundupan senjata yang digunakan untuk keperluan terorisme.

"Poinnya begini, senjata itu masuk tidak dengan sendirinya, kenapa bisa masuk, mungkin karena banyak jalan tikus, sehingga bea cukai tidak tahu," kata Yusuf di Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Menurut Yusuf, pasca aksi teror di Jalan MH Thamrin, kepolisian berhasil menangkap seorang berinisial A.

Orang tersebut diduga menerima aliran dana dari Timur Tengah dan beberapa yayasan, kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli senjata api di Filipina.

"Perlu dipikirkan memberi kewenangan Polri untuk menyidik kasus penyelundupan yang tidak ada petugas bea cukai," kata Yusuf.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved