Prahara Partai Golkar
Soal Surat Pernyataan, Ade Komarudin Tidak Konsisten
Dirinya menilai surat pernyataan itu dapat menjadi permainan politik.
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Indostrategi, Pangi Syarwi Chaniago menilai, Ade Komarudin tidak konsisten jika ternyata Ketua DPR RI itu tahu isi surat sebelum ditandatanganinya di atas materai.
Karena banyak politikus Golkar yang menyaksikan Ade menandatangani surat pernyataan dengan Aburizal Bakrie itu.
"Sangat disayangkan dan miris jika Akom tak konsisten dengan perjanjiannya yang ditandatangani pakai materai," kata Pangi saat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2016).
Namun, jika surat pernyataan itu tidak terbukti, maka hal itu bisa menjadi fitnah.
Dirinya menilai surat pernyataan itu dapat menjadi permainan politik.
"Juga sangat kita sayangkan," ujarnya.
Sebelumnya, Ade Komarudin menjelaskan saat rapat harian Golkar, Aburizal Bakrie berkata kepadanya.
Ical menyatakan Akom akan ditetapkan sebagai calon Ketua DPR karena seluruh pengurus menginginkannya.
"Dan saya mintakan Pak Ade supaya meneken pakta intergritas yang isinya adalah Pak Ade ga boleh inisiasi munas. Saudara harus tahu saat itu lagi ramai-ramainya orang desak-desak munaslub. Saya dimintakan untuk tidak boleh inisiasi munas. Saya bilang saya siap," kata Akom di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/3/2016).
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali, Nurdin Halid merasa aneh dengan pernyataan Ade Komarudin soal surat pernyataan tertanggal 17 Desember 2015 saat terpilih menjadi Ketua DPR.
Ade mengatakan tidak membaca isi surat yang ditandatangani tersebut sementara bagi Nurdin adalah mempermalukan diri Ketua DPR itu.
"Dia (Ade) memalukan diri sendiri. Masa Ketua DPR nandatangani sesuatu nggak baca, bahaya itu bagi negara. Bagaimana kalau negara asing sodorkan surat dia tak baca? bisa bahaya negara ini," kata Nurdin saat dikonfirmasi, Senin (14/3/2016).
Nurdin merasa heran jika ada pejabat sekelas Ketua DPR yang juga petinggi negara menandatangani surat tapi tidak tahu apa isinya.
Dirinya pun meminta Ade tidak usah berkelit atas surat yang telah ditandatangani yang berisikan tiga poin kesepakatan.
"Boleh saja tidak baca, tapi isinya tahu dong, karena saya kasih tahu. Nggak usah ngeles lah," katanya.