Prahara Partai Golkar
Tim Sukses: Ade Komaruddin Dijebak
Bambang pun menyesalkan hal itu terjadi di Partai Golkar yang terkenal sebagai partai tertua dan berpengalaman.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Sukses Ade Komarudin, Bambang Soesatyo berkomentar mengenai adanya surat perjanjian Ade tidak maju sebagai Calon Ketua Umum Golkar.
Menurut Bambang, hal tersebut semakin mengkonfirmasi adanya pihak-pihak atau calon tertentu yang memang sejak awal ingin menjegal Akom.
"Akom digiring masuk dalam skenario Jebakan Batman. Untungnya, serangan hitam itu ibarat tembakan pakai peluru hampa," kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Bambang pun menyesalkan hal itu terjadi di Partai Golkar yang terkenal sebagai partai tertua dan berpengalaman.
Tindakan mereka membuat jebakan Batman terhadap sesama kader, kata Bambang, jelas tindakan tindakan terpuji yang merugikan dan mempermalukan partai Golkar sendiri. Apalagi surat tersebut lalu sengaja disebarkan ke publik melalui media massa oleh timses calon tertentu.
Ketua Komisi III DPR itu menganggap perbuatan tersebut membuat persaingan calon ketua umum Partai Golkar makin memanas. Ia pun menghimbau timses kandidat caketum Golkar agar bermain sehat dan menghindari praktik pembusukan terhadap lawan.
"Sebenarnya kami juga bisa membuat serangan balasan yg lebih mematikan. Tapi buat apa? Karena ujung2nya partai Golkar juga yang rusak," kata Bambang.
Menurut Bmbang, perekayasa surat dan membuat jebakan Batman itu kurang piawai dan kekanak-kanakan. Ia menduga oknum tersebut mungkin ingin mengunci Akom pada point kedua yakni tidak dapat maju sebagai calon ketua umum tapi keliru.
"Coba simak: Akom tidak boleh maju sampai dengan berakhirnya kepengurusan munas bali 2019. Lalu bukakah kalau besok munas terjadi, maka otomatis munas Bali juga berakhir? Jadi, apa yang salah? Aneh juga kalau surat itu kemudian dijadikan alat untuk mengganjal Akom. Semakin dekat munas, rupanya makin banyak orang yang stress. Hehehe," ungkapnya.