Jumat, 24 April 2026

Ketum IMM Kembali Terbitkan Buku Terbarunya

Buku ini mengajak pembaca untuk optimistis menjawab tantangan yang memanggil Indonesia untuk menunjukan “taring”nya

IST
Buku Mengukir Sejarah Merawat peradaban Ijtihad Berkemajuan IMM Untuk Kemanusiaan Universal karya Beni Pramula. 

TRIBUNNEWS.COM - Beni Pramula, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kembali akan menerbitkan buku buah pemikirannya.

Buku ini mengajak pembaca untuk optimistis menjawab tantangan yang memanggil Indonesia untuk menunjukan “taring”nya dengan penuh kepercayaan diri menghadapi tantangan global.

Terbitnya buku ini disebutkan bertujuan untuk mengajak para pembaca untuk menyadari bahwa tantangan bukan hanya datang dari dalam (internal), melainkan juga dari luar (eksternal).

“Sudah letih kita jalan di tempat, lelah saling hujat dan mengumpat, jenuh di internal kita berkutat. Inilah saatnya untuk Merebut Momentum, Meretas Zaman dan bertindak lebih global serta berkemajuan untuk kemanusiaan Universal," tulis Beni dalam sebuah narasi yang terdapat dalam buku.

Ujaran Beni itu juga merupakan kutipan dari judul buku terdahulunya Tahun 2014 lalu berjudul 'Merebut Momentum, Meretas Zaman, Menduniakan Gerakan'.

Dua tahun kemudian setelah penulisan buku pertama, tepat menjelang Muktamar IMM XVII 23-27 Mei mendatang, buku 'Mengukir Sejarah Merawat peradaban Ijtihad Berkemajuan IMM Untuk Kemanusiaan Universal' ini terbit.

Disebutkan, buku ini merupakan pengenjawantahan dari buku sebelumnya, jawaban atau aktualisasi. Bagaimana penulis buku ini merealisasikan apa yang pernah ia tulis.

Buku ini, kata Beni yang juga President Asian-African Youth Government mengatakan, membawa angin perubahan untuk Indonesia yang lebih baik dan berkemajuan.

Buku ini juga dikatakan menjabarkan bukti bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bukan organisasi yang eksklusif, namun inklusif dan moderat.

Selain itu buku ini juga memaparkan bentuk representasi masyarakat Indonesia yang optimistis dan memiliki pemikiran terbuka serta semangat juang untuk selalu maju dan berkembang. Spirit Ke-Indonesiaan sangat kental dalam buku ini. Benarkah?

Jawabannya terpapar dalam lembar demi lembaran buku ini.

Berikut adalah beberapa testimoni tokoh terhadap buku berjumlah 430 halaman dan diterbitkan oleh Mediatama Indonesia, Cetakan Pertama April 2016:

 “Tidak banyak anak muda yang mampu berkarya dalam format tulisan. Mereka yang berkemampuan patut diberi apresiasi yang tinggi. Karya ini adalah salah satu diantaranya. Ada sebuah optimisme, nasionalisme dan patriotisme didalamnya saya merekomendasikan untuk dibaca semua kalangan,” kata Ahmad Syafii Maarif, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-13 Periode 2000 – 2005.

Beni Pramula secara kritis menggugah kesadaran kebangsaan kita, serta membangun kepedulian generasi muda atas dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang belum menyentuh kedudukan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, merdeka dan berdaulat. Buku ini akan menggugah setiap anak Bangsa yang membacaya agar terus berkarya mengukir sejarah dan merawat peradaban untuk Indonesia Berkemajuan” Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE.,MM, Ketua MPR RI ke- 15.

"Buku ini dilandasi oleh tekad yang kuat, semangat yang membara dan jiwa yang berapi-api. Beni tidak hanya berteori dalam ide dan pikirannya yang tertuang pada buku ini atau terdahulu. Namun secara praksis gerakan ia turun langsung kelapangan untuk mengaktualisasikan amanah kepememimpin dan mencita-citakan perubahan serta perbaikan bagi Negerinya. Bangsa ini membutuhkan Sukarno-Sukarno Muda dimasa depan. Teruslah berkarya untuk Indonesia Berkemajuan dan Membaca buku ini dapat menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme," Rahmawati Soekarno Puteri, Putri Presiden Pertama RI/Dewan Pertimbangan Presiden RI 2007-2009, dan Pendiri Yayasan Pendidikan Sukarno.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved