Senin, 1 September 2025

Prahara Partai Golkar

Setya Novanto, Calon Ketua Umum Terkuat Partai Golkar

Dalam konteks ini, Setya Novanto sangat kuat karena memiliki kedekatan dengan ARB.

Penulis: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com/Muhammad Zulfikar
Setya Novanto ditemani sang istri, Deisti Astriani Tagor saat mendaftar calon ketua umum Golkar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (SN) digadang-gadang sebagai calon yang memiliki peluang besar untuk terpilih pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang mulai digelar 15-17 Mei, di Nusa Dua, Bali.

Calon kuat lain yang menempati posisi kedua adalah Ade Komarudin yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Lalu menyusul calon ketiga yakni Mr X yang akan mewakili enam calon lainnya.

Pengamat politik Poltracking Institute Hanta Yudha di Jakarta, Jumat (13/5/2016), mengatakan, ada tiga faktor yang menentukan kemenangan pada Munaslub Partai Golkar saat ini.

Pertama, faktor uang atau logistik.

Hal ini sangat penting karena faktor logistik sangat menentukan masa depan Partai Golkar, paling tidak untuk tiga tahun ke depan.

Kedua, faktor sinyal dukungan pemerintah. Dukungan pemerintah ini, kata dia, akan menjadi sinyal atau energi politik bagi sang calon.

“Namun, pemerintah diingatkan jangan terlalu jauh mendukung, apalagi memberikan dukungan secara terbuka,” katanya.

Ketiga, kedekatan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB).

Dalam konteks ini, Setya Novanto sangat kuat karena memiliki kedekatan dengan ARB.

Novanto juga merupakan figur yang nyaris memiliki tiga hal yang menjadi prasyarat utama kemenangan pada Munaslub kali ini. Lalu diikuti oleh Ade Komarudin.

Faktor Pemilih

Hanta Yudha lebih jauh mengatakan, selain tiga faktor utama penentu kemenangan di Munaslub Partai Golkar, ada empat hal yang juga menjadi faktor yang tidak kalah penting yang akan dipertimbangkan para pemilih, tetapi sudah menjadi tradisi di partai berlambang beringin itu.

Pertama, faktor ideologi. Para pemilih akan memilih pemimpin yang memiliki ideologi kuat, yang bisa membuat Partai Golkar akan menjadi partai yang kuat, besar dan jaya.

Kedua, faktor posisi. Para pemilih akan memilih calon yang bisa menjanjikan posisi yang aman untuk mereka. “Apalagi yang punya hak pilih di Golkar itu kan para elite partai. Mereka tidak mau posisinya terganggu,” katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan