Susno Duadji Mau jadi Gubernur, Boy Rafli Amar: Kita Doakan
Selaku mantan rekan sejawat, Boy mengaku hanya bisa mendoakan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Niatan mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji hendak maju dalam bursa pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 2018 mendatang, ditanggapi pejabat tempatnya dulu bertugas, Mabes Polri.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar yang mendengar kabar tersebut, langsung tampak tersenyum dan akan mendoakan niat Susno.
"Kita doakan. Tugas kita cuma doakan," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Meski mantan Jenderal Polisi bintang tiga itu pernah tersangkut masalah hukum, Boy menyebut hak politik pada Susno tidak dicabut.
Sehingga, niatannya untuk berkontestasi secara politik tidak ada salahnya. Terlebih Susno telah menjalani masa hukumannya.
"Walapun dia pernah (diputus bersalah) tapi sudah selesai dan tentu beliau punya hak untuk ikut proses demokrasi di negara kita. Ya kita doakan," kata Boy.
Kadiv Humas Polri juga menuturkan pemilihan kepala daerah di Indonesia telah melibatkan rakyat secara langsung, jadi pemilih yang akan menentukan kelayakan Susno sebagai gubernur.
Selaku mantan rekan sejawat, Boy mengaku hanya bisa mendoakan.
"Mekanisme ini (Pilkada) sudah terbuka sekali masyarakat bisa menilai sendiri, siapapun punya niat baik kita doakan agar mereka bisa brhasil," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Komjen (Purn) Susno Duadji menegaskan, dirinya siap maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Sumatera Selatan pada 2018 mendatang dan bersaing dengan nama-nama bakal calon yang saat ini sudah bermunculan.
Namun, untuk maju ke Sumsel 1 mantan Jendral polisi bintang tiga ini mengatakan, akan lebih dulu melihat hasil survei.
"Saya tentu akan melihat dulu hasil survei, kalau hasilnya elektabilitas kita tinggi maka Insya Allah kita akan maju."
Karena kalau hasil survei tinggi berarti rakyat Sumsel mendukung penuh tapi kalau hasilnya jelek untuk apa dipaksakan maju," tegas Susno Duadji ketika diwawancarai sejumlah wartawan di RM Siang MalamPrabumulih, Selasa (24/5/2016.
Pria yang sempat membuat jagat Indonesia gempar dengan kasus Cicak Vs Buaya ini menuturkan, hasil survey yang akan dipegang dan dijadikan patokan oleh dirinya tentu survey dari pihak independen, profesional dan objektif bukan pesanan.
"Jika hasil survei dari berbagai lembaga kita nomor satu maka akan maju, namun jika hasilnya nomor sepatu (rendah-red) tentu tidak akan maju," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/susno-duadji-bercocok-tanam_20160524_144328.jpg)