Mentan Akui Kesulitan Tekan Harga Pangan Sendirian
Harga pangan yang tidak pernah stabil terutama saat memasuki bulan puasa, jadi masalah klasik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga pangan yang tidak pernah stabil terutama saat memasuki bulan puasa, jadi masalah klasik.
Masalah stok dan pasokan pangan pun selalu menjadi langganan ketika bulan Ramadan tiba.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui untuk menyelesaikan masalah harga pangan yang mahal, butuh bantuan dari Kementerian lain. Karena lonjakan harga pangan, kata Amran sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
"Karena ini (masalah pangan) persoalan puluhan tahun. Harus ada sinergi yang bisa menyelesaikannya," ujar Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (10/6/2016).
Untuk bisa melakukan stabilitas harga pemerintah pusat yang diwakili empat kementerian melakukan rapat koordinasi.
Fokus utamanya untuk menjaga kestabilan harga pangan melalui pemotongan rantai pasokan.
"Jadi kita bahas hari bagaimana menjaga kestabilan bukan hanya sampai Lebaran, tapi juga usai Lebaran karena harga selalu naik," kata Amran.
Amran berharap melalui tim percepatan pemotongan rantai pasokan, masalah pangan tidak akan muncul lagi di Indonesia.
"Jadi, ada solusi jangka pendek dan jangka panjang," ungkap Amran.
Amran menambahkan, semua pihak juga bisa merasakan nikmatnya stabilitas harga pangan. Baik di tingkat petani, penjual, dan pembeli bisa mendapatkan keuntungan.
"Harapannya harga di tingkat petani itu menguntungkan, pengusaha juga menguntungkan dan konsumen tersenyum," papar Amran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tim-empat-menteri_20160610_133940.jpg)