Minggu, 12 April 2026

Filipina Dminta Berikan Jaminan Keamanan Jika Ingin Batubara Indonesia Terus Masuk

96 persen pasokan batubara Filipina yang berasal dari Indonesia.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
PANGLIMA TNI DISAMBUT MERIAH TNI-POLRI DALAM SAFARI RAMADAN DI MAKASAR - (Puspen TNI. Minggu, 26 Juni 2016). Alunan Salawat Badar dan senyum ceria anggota TNI-Polri menyambut kedatangan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan rombongan saat melaksanakan Safari Ramadhan 1437 H/2016 M, di lapangan Markas Kodam VII/Wrb Makassar, Sabtu malam (25/6/2016). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya menunggu pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Filipina terkait insiden pembajakan kapal untuk ketiga kalinya oleh perompak Filipina.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, akan dibahas tentang moratorium pengiriman batubara dari Indonesia. Terlebih 96 persen pasokan batubara Filipina berasal dari Indonesia.

"Nah sekarang ini yang dibicarakan Menhan formulasinya bagaimana, karena 96 persen batubara di Filipina berasal dari Indonesia," kata Gatot kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/6/2016).

Gatot menyebutkan, Indonesia punya posisi tawar yang kuat. Sebab itu, ia meminta adanya jaminan keamanan dari Filipina jika memang mereka masih menginginkan pengiriman batubara dari Indonesia.

"Kalau kita tidak kirim tergantung mereka, kalau mereka jamin, kami kirim, atau kalau tidak ada tentara atau ada rute khusus diamankan rute itu. Atau dari Indonesia kami kawal sampai perbatasan sampai disana dikawal sama Filipina," kata Gatot.

Sementara itu, kedua negara hingga kini juga masih menggodok standar operasional prosedur (SOP) pengiriman batubara dari Indonesia ke Filipina. Terlebih beberapa waktu lalu terjadi pertemuan tiga negara antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina di Yogyakarta.

"Tapi yang jelas bagaimana kapal-kapal Indonesia yang lewat situ aman. Untuk diketahui di Jogja ada MoU ketiga negara sepakat, bahwa untuk melakukan patroli terkoordinasi. Kemudian para Menhan secara pasti sepakat, SOP bagaimana antar panglima TNI," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal TB.Charles memang disambangi dua kelompok bersenjata yang berbeda. Kelompok pertama menculik tiga orang WNI, yakni Ery Arifin, Muh. Mahbrur Dahri, dan Edy Suryono.

Selang satu jam setelahnya, kelompok kedua datang dan menculik empat orang lainnya, mereka adalah Ismail, Robin Piter, Muhammad Nasir dan Muhamad sofyan.

Kelompok kedua itu lah yang diduga merupakan kelompok Al Habsy. Sedangkan kelompok pertama menurut Panglima, identitasnya masih ditelusuri.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved