Calon Hakim Agung

Calon Hakim Agung Ini Ditanya Punya Sifat Megalomania

Taufiqulhadi meminta klarifikasi terhadap rekam jejak yang didengarnya.

Calon Hakim Agung Ini Ditanya Punya Sifat Megalomania
Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon hakim agung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR RI melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon hakim agung.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Benny K Harman di ruang rapat Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Calon pertama yang diuji pada hari ini adalah Ibrahim.

Sebelumnya, pada Jumat 26 Agustus 2016 lalu, Komisi III sudah menguji calon hakim ad hoc Marsidin Namawi, Dermawan Djamian dan Calon Hakim Agung Setyawan Hartono.

Anggota Komisi III DPR dari NasDem Taufiqulhadi meminta klarifikasi terhadap rekam jejak yang didengarnya.

Taufiqulhadi memiliki dua informasi yang bertolakbelakang terhadap Mantan Komisioner Komisi Yudisial (KY) itu.

Sumber pertama yang didapat Taufiqulhadi menyebut Ibrahim merupakan sosok yang humble atau bijaksana.

Namun, sumber lain mengungkapkan Ibrahim diduga mempunyai penyakit psikologis Megalomania atau obsesi berlebihan terhadap dirinya karena merasa paling hebat dan berkuasa.

"Yang saya dengar, Bapak kalau ke restoran itu, maka restoran harus ditutup karena harus bapak sendiri. Dan kalau di kampus, semuanya harus dibersihkan. Tolong Bapak jelaskan apakah betul atau tidak?" tanya Taufiqulhadi.

Ibrahim yang mendapat pertanyaan tersebut langsung membantahnya.

"Mohon maaf pertanyaan bapak membuat saya berpikir soal gaya hidup," jawab Ibrahim.

Ia menegaskan kegiatan sehari-hari menerapkan praktek gaya hidup sederhana.

Ia mengaku sering berkunjung ke tempat sederhana sesuai dengan kemampuannya.

"Di KY kalau keluar daerah tak butuh ajudan walaupun aturannya bisa. Kalau ke kampus seperti biasa saja naik angkot. Yang terpenting bagaimana sebuah tugas menjadi amanah. Insya Allah gaya hidup (Megalomania) itu tidak,"katanya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved