Bangun Image ''Golkar adalah Jokowi dan Jokowi adalah Golkar''
Memang kata dia, sampai dengan saat ini Jokowi masih berstatus sebagai kader PDIP.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemasangan berbagai macam atribut Partai tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa dibaca sebagai wujud keseriusan Partai pimpinan Setya Novanto mengusung Jokowi sebagai Calon Presiden Capres pada Pemilu 2019.
Menurut Pengamat Politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin, Golkar sepertinya sudah membulatkan tekad untuk mengusung Jokowi dalam Pemilu nanti.
"Jadi sejak jauh-jauh hari mereka coba membangun image bahwa Golkar adalah Jokowi dan Jokowi adalah Golkar," ujarnya kepada Tribunnews.com, Rabu (31/8/2016).
Memang kata dia, sampai dengan saat ini Jokowi masih berstatus sebagai kader PDIP.
Tetapi Golkar tampaknya mengetahui betul bahwa dalam sistem Pemilu di Indonesia, imbuhnya, tidak ada larangan bagi suatu partai untuk mengusung calon dari partai lain dalam Pemilu.
Mungkin dia melihat, ada yang berpandangan bahwa strategi Golkar yang demikian itu terbilang kurang etis.
Karena Jokowi masih menjadi kader partai lain dan muncul pula pandangan sinis seolah-olah Golkar defisit calon pemimpin.
Tetapi dalam perspektif yang lain apa yang dilakukan oleh Golkar itu bisa disebut sebagai kecerdikan politik.
"Golkar mampu memanfaatkan kedudukan Jokowi sebagai Presiden guna kepentingan dirinya pada Pemilu nanti," katanya.
"Boleh jadi juga pemasangan berbagai atribut itu sudah seizin Pak Jokowi. Ya sekurang-kurangnya Pak Jokowi tidak keberatan juga gambarnya dipakai dalam atribut Partai Golkar," ujarnya.
Kantor DPP Golkar dihiasi oleh gambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa petinggi Golkar lainnya.
Terlihat gambar Jokowi bersanding dengan pimpinan Golkar lainnya dalam dua baliho besar di kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Neily Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (31/8/2016). Ada apa dengan itu?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/spanduk-yang_20160831_151554.jpg)