Kenapa Ahok Tak Diundang ke Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP?
Namun Ahok justru tidak muncul untuk memberikan pemaparan, walaupun Ahok dekat dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Sukarnoputri.
Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Di sekolah calon kepala daerah yang digelar Partai Demokrasi Indoonesia Perjuangan (PDIP) untuk kader-kadernya yang direstui untuk bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), partai berlambang kepala banteng itu mengundang sejumlah kepala derah berprestasi untuk mengajar.
Hal itu dikatakan oleh Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Hasto Kristiyanto.
Nama-nama seperti Wali Kota Bandung, Riwan Kamil, serta Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sudah diundang untuk memberikan pemaparan di sekoah yang digelar di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat itu.
"Seperti kemarin pak Ridwan Kamil dari Bandung kita hadirkan, karena ini proses kelembagaan dan keseriusan PDI perjuangan menyiapkan pemimpin," ujar Hasto.
Salah satu kepala daerah yang cukup dikenal adalah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaj Purnama alias Ahok, yang digadang-gadang akan diusung PDIP di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.
Namun Ahok justru tidak muncul untuk memberikan pemaparan, walaupun Ahok dekat dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Sukarnoputri.
Hasto mengaku memiliki alasan yang jelas mengapa Ahok tidak hadir, kata dia bekas kader Partai Golkar dan Partai Gerindra itu saat ini tengah sibuk.
Oleh karenanya kehadiran Ahok di wakili oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hdayat yang juga tercatat sebagai peserta didik di sekolah tersebut.
"Kalau kita hadirkan pak Djarot ya itu otomatis, ketika dia menjelaskan kebijakan sebagai Wakil Gubernur, sebagai representasi dari pak Ahok juga karena itu satu kesatuan," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sekolah-calon-kepala-daerah-pdi-perjuangan_20160906_215828.jpg)