Advertorial
Berawal Dari Hobi, Kini Thoma Prayoga Terima Gaji dari Stiker
Tahun lalu, lewat LINE WEBTOON, pria yang sehari-hari bekerja sebagai art director di sebuah perusahaan startup ini mengirimkan satu judul komik berna
TRIBUNNEWS.COM - Sudah sejak SMA, Thoma Prayoga (23) doyan bikin komik. Bagi Thoma, kegiatan menggambar itu hanya sebatas menyalurkan hobi. Barulah pada 2011 ia mulai menerbitkan karyanya.
Saat ini sudah ada sekitar 10 buku komik karya sarjana jebolan Desain Komunikasi Visual Insitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.
Ketika wadah digital mulai terbuka, Thoma pun tak mau ketinggalan.
Tahun lalu, lewat LINE WEBTOON, pria yang sehari-hari bekerja sebagai art director di sebuah perusahaan startup ini mengirimkan satu judul komik bernama "Ojek Story".
‘Ojek Story’ berkisah tentang dunia ojek yang sengaja dibalik.
“Biasanya yang curhatkan tukang ojeknya, kalau di 'Ojek Story' yang curhat itu justru penumpangnya,” kata Thoma.
Melalui komik ini, Thoma dan Herrad juga ingin mengangkat soal kondisi dan permasalahan sosial di Indonesia.
Dari satu webtoon di LINE itu, kata Thoma, ia sudah bisa gajian setiap bulannya. Padahal membuat komik itu hanya sekadar mengisi waktu di sela-sela kegiatan rutinnya.
“Saya bikin komik kalau enggak malamya, pas weekend,” tanda pria yang bercita-cita jadi dosen ini.
Lalu bagaimana Thoma akhirnya merambah kedunia stiker? Sebelumnya Thoma pernah membuat sticker webtoon "Ojek Story" yang dirilis secara terbatas di LINE.
Kemudian begitu ia mendapat info ada kompetisi stiker di LINE, ia merasa tertantang.
Tak perlu proses lama untuk membuat satu set stiker berisi 16 gambar berjudul “Karyawan Biasa”.
Dewan juri yang terdiri dari Junaidi Lim creator "Junet", Ari Juliano Gema dari Bekraf, dan Tim LINE memutuskan stiker ini meraih juara satu dan berhak mendapatkan hadiah uang Rp 50 juta.
Thoma mengaku lebih sulit membuat stiker dibandingkan dengan komik atau webtoon. Apalagi di stiker "Karyawan Biasa" ini, ia tak banyak memasukkan kata-kata.
“Tantangannya bagaimana membuat gesture tubuh benar-benar bisa mewakili apa yang ingin disampaikan. Di situ sulitnya,” ungkap Thoma.
Setelah memenangkan kompetisi ini, Thoma berencana untuk mengembangkan karakter "Karyawan Biasa" ini menjadi sebuah komik.
“Ini yang menurut saya masuk akal dalam waktu dekat ini. Tapi jika ada yang mau bikin film atau yang lainnya juga sangat terbuka,” ujar Thoma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/line-webtoon_20161125_134237.jpg)