Menteri Haji: LDII Bisa Jadi Jembatan Pemerintah dan Masyarakat
Gus Irfan menilai LDII memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
Ringkasan Berita:
- Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyoroti kondisi geopolitik global, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa.
- Menurutnya, kondisi ini menjadi pelajaran bahwa layanan keagamaan seperti haji tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
- Gus Irfan menilai LDII memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyoroti kondisi geopolitik global, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa.
Menurutnya, kondisi ini menjadi pelajaran bahwa layanan keagamaan seperti haji tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Baca juga: Presiden Prabowo Diharapkan Buka Munas X LDII di Ponpes Minhajurrosyidin Jakarta Timur
"Situasi Timur Tengah, situasi Eropa dan lain-lain, memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa membangun bangsa tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ketahanan nasional hanya akan kokoh jika dibangun oleh seluruh elemen bangsa," ujar Gus Irfan pada Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Grand Ballroom Minhajuurosyidiin, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).
Dirinya meminta LDII membantu penyelenggaraan ibadah haji di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Gus Irfan menilai LDII memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
"Di sinilah peran organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti LDII menjadi sangat strategis. LDII bukan hanya bagian dari masyarakat, tetapi juga bagian dari solusi," katanya.
LDII, menurut Gus Irfan, mampu menjaga harmoni sosial melalui dakwah yang menyejukkan serta penguatan karakter masyarakat.
"Melalui dakwah yang menyejukkan, penguatan karakter, serta kontribusi dalam kehidupan sosial, LDII telah memainkan peran penting dalam menjaga harmoni dan memperkuat ketahanan sosial bangsa," ujarnya.
Baca juga: Cendekiawan NU Sebut Sistem Pendidikan LDII Dilakukan Secara Masif: Dari Sabang ke Merauke
Dirinya menegaskan keberhasilan penyelenggaraan haji merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, tidak hanya pemerintah semata.
Menurutnya, keterlibatan LDII semakin penting di tengah tantangan global yang mempengaruhi mobilitas dan pelayanan ibadah.
"Dalam konteks penyelenggaraan haji dan umrah, kita belajar bahwa keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Ia adalah hasil dari kerja bersama antara pemerintah, petugas, pembimbing ibadah, organisasi masyarakat, dan tentu saja jamaah itu sendiri," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/muuuunasssss-ldii.jpg)