Selasa, 7 April 2026

PPP Nilai Langkah Jokowi Bisa Redam Suasana yang Menghangat

Baidowi mengatakan perdebatan di medsos seringkali sudah kebablasan bahkan mengabaikan norma-norma ketimuran.

Editor: Johnson Simanjuntak
Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo di Kongres XVII Muslimat NU di Asrama Haji Jakarta Timur Kamis (24/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo bersilaturrahmi dengan segenap elemen masyarakat untuk mencairkan suasana.

Hal itu menunjukkan jiwa kenegarawan seorang presiden yang bertanggungjawab atas keutuhan NKRI.

"Belakangan ini memang harus diakui bahwa situasi menghangat terutama di media sosial, terutama akibat dugaan penistaan agama," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi melalui pesan singkat, Jumat (25/11/2016).

Baidowi mengatakan perdebatan di medsos seringkali sudah kebablasan bahkan mengabaikan norma-norma ketimuran.

Menurutnya, pola komunikasi langsung seperti dilakukan Presiden Jokowi merupakan tradisi baru yang cukup positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

Anggota Komisi II DPR itu menilai langkah Presiden Jokowi tersebut patut ditiru oleh elite negeri ini untuk ikut serta meredam suasana agar tercipta situasi yang kondusif.

Terkait dengan proses hukum terhadap seseorang yang diduga melakukan penistaan agama, kata Awiek, sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

"Tinggal prosesnya diawasi agar sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," kata Awiek.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved