Rabu, 6 Mei 2026

Pilkada Serentak

Politik Identitas Pasangan Calon Jadi Penghambat Demokrasi

Satu aspek penyebab terhambatnya demokrasi akibat masih adanya Politik Identitas yang dipakai pasangan calon dalam Pilkada.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akademisi dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Musdah Mulia mengatakan satu aspek penyebab terhambatnya demokrasi akibat masih adanya Politik Identitas yang dipakai pasangan calon dalam Pilkada.

Dijelaskannya, Politik Identitas selalu memanfaatkan sentimen primordial dan SARA sebagai satu-satunya strategi untuk merebut suara masyarakat.

"Ini akan menjadi satu hambatan dalam aspek kebebasan sipil dalam berdemokrasi di Indonesia," jelasnya saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Musdah menambahkan apabila hal itu terus dilontarkan pasangan calon beserta dengan tim kampanyenya, bukan tidak mungkin demokrasi akan diwarnai dengan motif balas dendam.

Paling buruk, demokrasi akan dipenuhi dengan syahwat kekuasaan yang menghasilkan perpecahan dan memicu kekerasan.

"Ini akan jadi bukti bahwa politik kita itu semakin tidak berbudaya," tambahnya.

Dirinya berharap kepada seluruh pasangan calon yang bertarung di Pilkada Serentak 2017 mendatang, dapat menghapus cara-cara seperti itu.

Ia berharap seluruh peserta Pilkada dapat mengedepankan program serta visi misi kepada masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved