Sabtu, 24 Januari 2026

Demo di Jakarta

Konsumsi Aksi 212 Setinggi Dua Meter

Peserta kegiatan doa dan zikir bersama di Lapangan Monas banjir makanan dan minuman.

youtube
Relawan menawarkan santap siang gratis di bawah jembatan penyeberangan, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). 

Sekitar pukul 05.00 Wib, sejumlah relawan tampak mulai berdatangan dengan logistik anyar. Mereka pun semangat membagi-bagikan makanan tersebut.

"Ayo-ayo untuk sarapan, ada nasi uduk. Gratis," kata seorang perempuan berhijab hitam di dekat pintu masuk Monas Timur.

Ada juga sekelompok remaja yang mengaku berasal dari Otista, Jakarta Timur. Perempuan yang enggan disebutkan namanya membagikan air mineral bagi siapa saja yang lewat.

Mengenai ada kemungkinan konsumsi belum habis hingga Jumat sore, Nurdin tidak ambil pusing.

"Hanya Allah yang tahu ini akan habis atau tidak. Kalau kiranya tidak habis, nanti yang kembali ke daerah asalnya kami bagikan sebagai bekal," tuturnya.

Raup Untung
Kendati banjir makanan, sejumlah pedagang asongan mengaku meraup untung besar dengan adanya kegiatan doa dan zikir bersama di Lapangan Monas, Jumat (2/12/2016) kemarin.

Mereka mengaku telah memperoleh pendapatan melebihi pendapatan pada hari-hari biasa.

Ayib (25), pedagang tahu gejrot misalnya. Ia mengaku sudah mengantongi Rp 600.000 hingga pukul 13.00 WIB pada Jumat ini.

Ia menyebut jumlah itu dua kali lipat dibanding pendapatan yang ia peroleh pada hari-hari biasa.

"Biasa paling banyak cuma setengahnya (Rp 300.000)," kata Ayib saat ditemui Kompas.com di sekitar Lapangan IRTI.

Tahu gejrot Ayib tampak langsung diserbu peserta doa bersama begitu kegiatan shalat jumat usai. Ayib menjual tahu gejrotnya seharga Rp 10.000 per bungkus.

Ayib bukan pedagang yang biasa berjualan di sekitar Monas. Pria yang tinggal di Cipulir, Jakarta Selatan itu mengaku biasa berjualan di Pasar Kebayoran Lama dan paling jauh di kawasan Senayan.

"Hari ini ke sini karena tahu ada ginian kegiatan doa bersama," ujar Ayib.

Masnur (28) juga mengaku sudah mendapatkan pendapatan melebihi pendapatan normalnya. Pedagang kopi keliling itu mengaku sudah memperoleh Rp 200.000 sampai pada sekitar pukul 13.30. "Biasa paling Rp 150.000," kata dia.

Meski sudah memperoleh untung, Masnur menyebut keuntungan yang diperolehnya belum maksimal. Penyebabnya karena ia tidak hadir di lokasi lebih awal.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved