Netizen Melihat Hal Mengerikan dari Soal UAS yang Catut Nama Ahok dan Partai Kafir
Tak sedikit yang menganggap bahwa apa yang dituliskan si pembuat soal secara tak langsung merepresentasikan isi pikiran si pembuat soal.
TRIBUNNEWS.COM - Beredarnya soal Ujian Akhir Semester sebuah SMP Muhammadiyah di Purbalingga Jawa Tengah membuat banyak netizen khawatir.
Tak hanya khawatir, mereka juga melihat hal yang mengerikan apabila hal-hal semacam ini tidak diperhatikan secara serius.
Kekhawatiran mereka dituliskan dalam kolom komentar berita Heboh Nama Ahok dan Partai Kafir di Ujian Akhir Semester, Ini Jawaban Guru Pembuat Soal.
Ada ribuan komentar yang ditulis netizen menanggapi isi berita tersebut.
Kebanyakan netizen terkejut dan tak menyangka seorang guru bisa membuat soal sengawur itu.
Tak sedikit yang menganggap bahwa apa yang dituliskan si pembuat soal secara tak langsung merepresentasikan isi pikiran si pembuat soal.
Hal itupun membuat khawatir netizen tentang nasib generasi penerus negeri ini.
"Kalau guru sudah mengajarkan rasis,menebarkan kebencian, sirik kpd peserta didik, apalagi yang diharapkan ?.Benih karakter itukah yg ajarkan,ditanamkan guru tersebut ?.sangat memprihatinkan !. Pejabat terkait, harus mengevaluasi kinerja yang bersangkutan, karena sungguh tidak profesional," begitu tulisan kekhawatiran salah satu netizen.
"Aduhh, dari kecil aja dikasih ujian buat intoleran, apalagi ud besar??? Ancurlah indonesia ini, semua diharamkan, satu hari sekali demo di tempat umum, tiap hari minggu masuk rombongan gnggu org beribadah, ancur lahhh," tulis netizen lainnya.
Banyak netizen yang mengecam tindakan guru pembuat soal tersebut, dan meminta pihak kepolisian serius menangani kasus tersebut.
Seperti diberitakan, soal ujian akhir semester SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah sedang menjadi sorotan publik.
Muasalnya dalam soal tersebut terdapat dua poin yang dianggap melenceng dan tak sesuai dengan kurikulum mata pelajaran Tarikh yang lebih membahas soal sejarah perkembangan Islam.
Poin pertama mengungkit nama calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan poin kedua penyebutan kata kafir dan menyertakan sederet nama partai politik dalam jawaban pilihan ganda tersebut.
Berikut kutipan soal tersebut:
48. Siapakah nama calon gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?"
Di bawah pertanyaan itu tersedia pilihan jawaban, A. Paijo B. Ahik C. Ken Ahok D. Basuki Candra (Ahok).
Selain soal nomor 48, terdapat soal lain yang kontroversial pada lembar soal itu, yakni soal nomor 50.
Soal tersebut berbunyi, partai politik yang tidak mengenal Islam bahkan memusuhinya adalah: A. PPP, B. PAN, C. SI, dan D. PKI Kafir
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Ahmad Muhdzir, sangat menyayangkan hal tersebut.
Apalagi dalam materi soal tidak berhubungan sama sekali dengan kurikulum mata pelajaran Tarikh yang lebih membahas soal sejarah perkembangan Islam.
"Sudah dikonfirmasi semuanya oleh Bupati kepada yang bersangkutan. Agar kejadian serupa tak terulang lagi," katanya kepada wartawan pada Jumat (9/12/2016).
Muhdzir mengatakan Kemenang punya program pembinaan terhadap guru pendidikan agama Islam.
Pihaknya selalu menanamkan nilai-nilai toleransi untuk menangkal masuk paham radikalisme di dunia pendidikan.
"Sepertinya guru itu belum ikut dalam pembinaan kami. Dan mata pelajaran itu masuk muatan lokal, sehingga soalnya yang membuat dari pihak internal," beber dia.
Ujian mata pelajaran Tarikh itu diperuntukkan untuk kelas IX pada Jumat, 2 Desember 2016. Ada 50 soal pilihan ganda dan lima soal dengan jawaban terbuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/foto-soal-ahok-dan-partai-kafir_20161209_211555.jpg)