Sabtu, 18 April 2026

Presiden Baru Amerika

Jusuf Kalla Tak Yakin Donald Trump Terapkan Kebijakan Sulit

Di bidang ekonomi misalnya, dalam kampanye, Trump menyebut akan memberlakukan bea masuk dari Cina ke Amerika sebesar 45 persen.

Editor: Fajar Anjungroso
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump bersiap memberikan pidato beberapa saat usai dilantik pada Jumat (20/1/2017). Di belakangnya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) yakin, Presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump akan sulit menerapkan kebijakan seperti yang telah disampaikannya saat kampanye pemilihan presiden.

Di bidang ekonomi misalnya, dalam kampanye, Trump menyebut akan memberlakukan bea masuk dari Cina ke Amerika sebesar 45 persen.

Pemberlakuan itu, kata JK, justru akan membuat semua harga-harga di Amerika semakin tinggi dan menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat Amerika.

"Saya yakin apa yang dikampanyekan tidak akan mudah diterapkan oleh dia," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (20/17)

"Itu justru akan diprotes oleh orang Amerikanya sendiri, apalagi di toko-toko di sana banyak barang yang dari Cina," tambahnya.

Belum lagi mengenai keinginan membangun tembok di perbatasan Meksiko dan Amerika karena dinilai akan menghambat laju perekonomian di Amerika karena kekurangan tenaga buruh kasar.

"Kalau memang ditembok, apa orang Texas, California mau menjadi buruh kasar atau bertani? Makanya, saya pikir tidak akan sekeras itu kebijakannya,"kata dia.

Melalui Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo, pemerintah akan terus memantau jalannya pemerintahan Amerika Serikat setelah Donald Trump dilantik.

"Jadi dilihat dulu bagaimana Donald Trump akan menjalankan pemerintahannya," ujar Johan Budi.

Johan Budi mengatakan saat ini Pemerintah juga terus melakukan persiapan menyusun kebijakan-kebijakan dalam rangka perubahan global.

"Cuma presiden Amerika. Soal kebijakan. Intinya perubahan global harus diantisipasi oleh pemerintah Indonesia. Termasuk Donald Trump sebagai Presiden," kata Johan Budi.

Namun, Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa hubungan antarkedua negara tetap berjalan dengan baik.

"Mengenai hubungan Indonesia-Amerika, pasca terpilihnya ini kan memang tetap baik," tutur Johan Budi.

Doland Trump selain politisi juga dikenal sebagai pebisnis real estate. Lahir 70 tahun lalu di New York, AS, Donald Trump akan menjadi presiden AS tertua, terkaya, dan pertama yang tidak berlatarbelakang militer atau pemerintahan.

Donald Trump memang memulai karier dalam hidupnya sebagai seorang pebisnis, yang berfokus pada sektor real estate dan hiburan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved