Cerita Rosita Saat Melatih Jokowi Memanah
Terhadap seorang peserta didik, pelatih panah dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) kota Bogor, Rosita mengaku tidak sungkan untuk bersikap tegas
Baca: Jokowi: Latihan dan Bertanding Harus Sejak Dini, Bukan Seperti Saya Baru Berlatih Saat Usia 50-an
Ia mengakui sang presiden sangat menghargai para pelatihnya.
Sementera Rizal Barnadi menceritakan asal usul dirinya menjadi pelatih Jokowi panahan.
Semuanya bermula pada September lalu.
Ketika itu ia dihubungi Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf Muhamad Albar yang menyebut Presiden hendak berlatih memanah.
Perpani kota Bogor pun langsung merespon permintaan tersebut.
Sejumlah pengurus Perpani kota Bogor langsung menyambangi presiden di Istana Bogor untuk membicarakan latihan memanah.
Menurut dia, sebetulnya pihaknya sudah menawarkan pelatih yang lebih profesional kepada Jokowi.
Tetapi ia ingin pelatihnya yang tinggal di Bogor.
"Jadi kata bapak, karena bapak tinggal di Bogor, jadi sewaktu-waktu ingin berlatih, memudahkan untuk memanggil kami dalam hal berlatih," ujar Rizal Barnadi dalam kesempatan yang sama.
Atas permintaan sang presiden, Perpani kota Bogor menyulap satu bagian di Istana Bogor menjadi tempat latihan memanah.
Mereka membangun empat jalur yang terdiri dari dua jalur dengan jarak tembak 20 meter.
Kemudian dua jalur yang jarak tembaknya 15 meter.
Latihan digelar setiap hari Sabtu-Minggu selama dua jam, kecuali sang presiden sedang melakukan kunjungan ke luar kota.
Presiden juga meminta para pelatihnya untuk menghadirkan busur, anak panah, beserta perlengkapan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rosita-atau-yang-akrab-dipanggil-oci-mantan-atlet-panah-nasional_20170122_192946.jpg)