Kamis, 14 Mei 2026

Cerita Rosita Saat Melatih Jokowi Memanah

Terhadap seorang peserta didik, pelatih panah dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) kota Bogor, Rosita mengaku tidak sungkan untuk bersikap tegas

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo
Rosita atau yang akrab dipanggil Oci, mantan atlet panah Nasional yang juga merupakan salah satu pelatih panah Presiden Joko Widodo. Rosita tengah memperagakan cara memanah yang benar, di acara "Bogor Open Archery Championship 2017," yang digelar di Lapangan Wira Yudha, Pusat Pendidikan Zeni, Kodiklat TNI AD, kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Terhadap seorang peserta didik, pelatih panah dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) kota Bogor, Rosita mengaku tidak sungkan untuk bersikap tegas.

Terlebih jika sang peserta didik adalah atlet panah yang hendak ikut kejuaraan.

Jika sang peserta didik melakukan kesalahan, wanita yang akrab disapa Oci tersebut mengaku tidak sungkan-sungkan bertanya dengan tegas.

"Gimana sih ini," ucapnya.

Namun, terhadap Presiden RI Joko Widodo yang sejak September lalu menjadi peserta didiknya, Oci menyebut dirinya dan para pelatih presiden lainnya tidak bisa mengambil sikap yang sama.

Baca: Jokowi: Saya Ikut Kejuaran Panahanan Ini Kan Penggembira

"Susah atuh," ujar Oci saat ditemui di Lapangan Wira Yudha, Pusat Pendidikan Zeni, Kodiklat TNI AD, kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/1/2017).

Mantan atlet nasional yang kini berkarir di Pemerintah Kota Bogor itu menyebut dalam sesi latihan di Istana Bogor, sempat busur yang dilesatkan sang presiden arahnya tidak menentu.

Untuk mengingatkan Jokowi menurutnya tidak bisa sembarangan.

"Kalau sudah nembaknya ke kanan ke kiri, kita ngasih tahunya gimana," ujar Oci.

Cara yang ditempuh para pelatih dari Perpani kota Bogor adalah dengan mengingatkan sang presiden soal bagaimana sikap yang baik dalam memanah.

Mulai dari 'stance' atau sikap berdiri, 'nocking' atau memasang ekor panah, hingga 'release' atau melepas anak panah dari busur ke sasaran bidik.

"Paling kasih contoh saja, bapak maaf, bapak tangannya di sini kalau bisa," ujar Oci sembari mencontohkan cara drawing atau menarik tali busur, dengan pergelangan yang ditempelkan di pipi.

Walaupun agak sungkan mengjari Presiden memanah, Oci bersama pelatih lainnya, termasuk Ketua Perpani kota Bogor, Rizal Barnadi, tidak mengalami kendala berarti selama pelatihan sejak September lalu.

Baca: Jokowi: Latihan dan Bertanding Harus Sejak Dini, Bukan Seperti Saya Baru Berlatih Saat Usia 50-an

Ia mengakui sang presiden sangat menghargai para pelatihnya.

Sementera Rizal Barnadi menceritakan asal usul dirinya menjadi pelatih Jokowi panahan.

Semuanya bermula pada September lalu.

Ketika itu ia dihubungi Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf Muhamad Albar yang menyebut Presiden hendak berlatih memanah.

Perpani kota Bogor pun langsung merespon permintaan tersebut.

Sejumlah pengurus Perpani kota Bogor langsung menyambangi presiden di Istana Bogor untuk membicarakan latihan memanah.

Menurut dia, sebetulnya pihaknya sudah menawarkan pelatih yang lebih profesional kepada Jokowi.

Tetapi ia ingin pelatihnya yang tinggal di Bogor.

"Jadi kata bapak, karena bapak tinggal di Bogor, jadi sewaktu-waktu ingin berlatih, memudahkan untuk memanggil kami dalam hal berlatih," ujar Rizal Barnadi dalam kesempatan yang sama.

Atas permintaan sang presiden, Perpani kota Bogor menyulap satu bagian di Istana Bogor menjadi tempat latihan memanah.

Mereka membangun empat jalur yang terdiri dari dua jalur dengan jarak tembak 20 meter.

Kemudian dua jalur yang jarak tembaknya 15 meter.

Latihan digelar setiap hari Sabtu-Minggu selama dua jam, kecuali sang presiden sedang melakukan kunjungan ke luar kota.

Presiden juga meminta para pelatihnya untuk menghadirkan busur, anak panah, beserta perlengkapan lainnya.

Rizal Barnadi mengatakan pihaknya kemudian menghadirkan busur dengan merek Cartel dan anak panah merek Easton.

Alat tersebut harganya tidak lebih dari Rp 7 juta yang dibayarkan Presiden.

Dengan alat yang sama Presiden berlaga di kejuaraan memanah pertamanya, yakni Bogor Open Archery Championship 2017.

Presiden memperoleh nilai 107 dengan satu anak panah yang berhasil mendarat mulus di tengah sasaran bidik.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved