Bergurau Ada Bom di Pesawat Garuda, Dosen Bergelar Doktor di Makassar Diamankan di Bandara
Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin, Iptu Ahmad menjelaskan awal ditahannya Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Bergurau "ada bom", seorang penumpang pesawat Garuda GA 611 tujuan Makassar-Jakarta bernisial Dr HI diamankan oleh petugas keamanan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, di Mandai, Maros, Jumat (3/3/2017).
Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin, Iptu Ahmad menjelaskan awal ditahannya Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.
Dia tiba di bandara untuk check in sekitar pukul 5.20 wita.
Baca: Gara-gara Bercanda Ada Bom, Dua Wanita Jamaah Umrah Asal Jatim Ditahan di Arab
Baca: Tidak ada bom di Bangkok, Facebook salah munculkan peringatan
Setelah itu, Dr HI lalu menunggu proses boarding.
"Saat masuk ke badan pesawat melalui gate satu, Dr HI bergurau kepada pramugari dengan mengatakan bom. Saat itu pelaku akan meletakkan barangnya ke headtrak namun sudah penuh," katanya.
Hal tersebut membuat warga Kompleks Kodam Gunung Sari Cokonuri No 64 Rt/Rw 04/17 Kecamatan Rappocini, Makassar ini marah dan secara spontan mengatakan "isinya bom ini".
Hal ini dikatakannya dengan maksud supaya penumpang lainnya memindahkan barangnya.
Tapi saat mengatakan hal tersebut, seorang pramugari mendengarkannya.
"Pramugari ini kemudian melaporkan guraun itu kepada pilot Marzaini Anwar. Pilot lalu melaporkan hal ini kepada petugas Security Garuda untuk ditindaklanjuti," ujarnya.
Pilot kemudian memerintahkan pramugari untuk segera menurunkan semua penumpang dan barang bagasi cabin dan bagasi.
Hal ini untuk dilakukan pemeriksaan ulang.
"Dr HI dibawa ke posko security bandara untuk diambil keterangan awal. Dia mengaku mengatakan, isinya bom ini secara spontanitas. Dia ke Jakarta untuk training," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seorang-penumpang_20170303_182627.jpg)