Rabu, 8 April 2026

Setiba di Indonesia, 16 WNI dari Filipina Selatan Diperiksa Densus 88

Mereka akan menjalani pemeriksaan petugas Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
AFP
Kendaraan tempur ringan marinir Filipina berpatroli di jalanan kota Marawi yang lengang. Di belakangnya asap hitam mengepul dari sebuah bangunan yang mungkin terkena tembakan roket. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 16 WNI yang dievakuasi dari Filipina Selatan diperkirakan tiba di Indonesia pada Sabtu (3/6/2017) malam.

Mereka akan menjalani pemeriksaan petugas Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Yang WNI semua sudah disiapkan. Densus sudah diinfokan. Nanti memang kami mintain keterangan dulu. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002, Polri berwenang memintai keterangan seseorang. Dan kita tahy merea baru pulang dari daerah yang diduga ada serangan kelompok teroris," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Sabtu (3/6/2017).

Menurut Setyo, nantinya 16 WNI yang baru pulang dari Filipina Selatan hanya akan dimintakan data diri setiba di bandara. Mereka tidak akan diinapkan di panti sosial Bambu Apus Jakarta Timur seperti pemulangan sejumlah WNI dari Turki sebelum-sebelumnya.

"Ini kan mereka nggak terlibat. Ini jemaat tabliq. Memang akan dimintai keterangan oleh Densus tapi kalau tidak terlibat pertempuran di Filipina Selatan sana yah dipulangkan," jelas Setyo.

"Selain itu, kita sudah tahu data mereka masuk ke sana dengan legal dan kegiatannya tabliq, dakwah," sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved