Sabtu, 11 April 2026

Duet Prabowo-AHY di Pilpres 2019 Mengemuka, Pengamat Bilang Kurang Cocok

Wacana duet Prabowo Subianto dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 bisa menarik.

KOMPAS IMAGES
Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana duet Prabowo Subianto dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 bisa menarik untuk ditawarkan ke publik.

Namun Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi menilai rentang atau gap usia yang terlalu jauh antara Prabowo dan AHY akan menjadi hambatan untuk komunikasi politik keduanya.

Karena itu menurut Muradi, ada baiknya juga Gerindra mengajukan nama yang lebih segar untuk diajukan jikapun harus berdampingan dengan AHY.

Karena mengajukan Prabowo kembali dengan rekam jejak yang tidak cukup moncer dalam Pilpres, baik sebagai Cawapres maupun Capres 2009 dan 2014 serta kegagalan dalam konvensi capres partai golkar 2004 lalu hanya akan membuat Gerindra jalan di tempat.

"Sehingga langkah untuk mengajukan duet tersebut dalam konteks regenerasi dan rekruitmen politik dianggap tidak direspon baik oleh publik," ujar Muradi kepada Tribunnews.com, Kamis (27/7/2017).


Artinya, tegas dia, duet Prabowo-AHY, jika sekedar wacana tidak masalah.

"Namun jika diseriusi, maka Gerindra dan Partai Demokrat harus berpikir ulang memastikan kedua partai tersebut untuk menduetkan Prabowo-AHY agar tetap kompetitif pada 2019 mendatang," jelasnya.

Lebih lanjut terkait kemungkinan koalisi, ia jelaskan, dalam politik, semua hal memungkinkan dapat terjadi.

Demikian pun koalisi antara Partai Demokrat dan Gerindra bisa saja dilakukan.

Namun penekanan ini bergantung apakah pencairan kebekuan politik antara SBY dan Prabowo dapat dilakukan dengan baik.

Dan itu dimulai saat pertemuan malam nanti di Cikeas ketika SBY bertemu Prabowo.

Pasalnya karakteristik kedua partai ini yang bergantung pada dua figur tersebut memudahkan kedua partai tersebut untuk bisa mencairkan kebekuan politik.

"Sebab jika SBY dan Prabowo bisa cair dan nyaman maka mudah bagi keduanya untuk mendorong koalisi serius antara Gerindra dan Partai Demokrat," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan isu duet Prabowo dengan AHY untuk Pilpres 2019, pun tak menutup kemungkinan menurut Demokrat.

"Cocok atau tidak cocok tergantung rakyat, bukan kita," kata Waketum PD Syarief Hasan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Meski demikian, Demokrat enggan berbicara lebih lanjut soal duet itu. Jika memang AHY maju dalam Pilpres 2019, PD tak menghalangi.

"Masih terlalu jauhlah. Masih dua tahun lagi. (AHY) umur 39 pas (maju Pilpres 2019)."

Syarief tak menampik kabar bahwa banyak kader PD di daerah yang ingin AHY menjadi pemimpin Indonesia. Suara itu sangat besar.

"Ya, sangat masif itu," kata Syarief. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved