BLBI

Diisukan Bakal Kalah, KPK Tetap Yakin Menangkan Praperadilan BLBI

Isu berhembus dalam pembacaan hasil praperadilan BLBI, KPK dipastikan kalah karena ada pihak yang sudah mempengaruhi hakim tunggal di PN Jaksel

Diisukan Bakal Kalah, KPK Tetap Yakin Menangkan Praperadilan BLBI
http://jurnalpatrolinews.com/wp-content/uploads/2014/12/BLBI.jpg
BLBI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beredar kabar miring menjelang putusan praperadilan kasus BLBI yang diajukan oleh tersangka ‎Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT) atas penetapan tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isu yang berhembus dalam pembacaan hasil praperadilan besok, KPK dipastikan kalah karena ada pihak yang sudah mempengaruhi hakim tunggal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani kasus tersebut.

Dikonfirmasi soal apakah pihak KPK mengetahui soal hal itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.

"‎Kalau dilihat dari substansi dan materi yang kami sampaikan. Kami yakin sekali praperadilan besok akan kami menangkan karena semua argumentasi yang disampaikan kami jelaskan mulai dari formil dan hal lain," ucap Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).

Mengenai informasi ada pihak yang mempengaruhi hakim agar memenangkan pihak pemohon dengan memberikan suap, Febri tetap menuturkan KPK berharap hakim mengambil keputusan berdasarkan fakta sidang.

"Kami harap putusan besok seadil-adilnya, semoga putusan besok jadi penguat bersama untuk mengungkap kasus BLBI," tegas Febri.

Diketahui Hakim tunggal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (2/8/2017) besok akan membacakan pusutan sidang praperadilan kasus BLBI yang diajukan oleh tersangka ‎Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT) atas penetapan tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎Lebih lanjut, Kabiro Hukum KPK, Setyadi juga meyakini KPK akan memenangkan praperadilan itu . Alasannya, KPK telah memaparkan ratusan bukti yang diajukan baik dokumen hasil kajian dari beberapa kantor hukum hingga keterangan dari BPK melalui notulen.

"Kami sudah merangkai bukti dari dokumen dan kami selalu sampaikan bahwa KPK menetapkan seseorang sebagai tersangka selalu berdasarkan dua alat bukti permulaan sesuai dengan yang diatur dalam KUHAP dan UU KPK," beber Setyadi.

Untuk hasil putusan besok, Setyadi‎ berharap penyelidikan BLBI bisa sampai di pengadilan untuk perkara pokok dalam hal ini pengadilan tindak pidana korupsi.

Keyakinan itu menurutnya didukung oleh ahli yang diajukan dan dihadirkan dalam persidangan dan juga adanya saksi fakta kunci yang pada waktu itu menjadi pelaku sejarah.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved