Rabu, 8 April 2026

PAN Nilai Positif Demokrat - Gerindra Lakukan Komunikasi Intensif

Partai Amanat Nasional (PAN) menilai positif rencana Partai Demokrat dan Partai Gerindra berkomunikasi secara intensif dengan sejumlah partai politik

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan usai mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi serta membahas berbagai permasalahan politik dan kedua partai sepakat bekerja sama tanpa koalisi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) menilai positif rencana Partai Demokrat dan Partai Gerindra berkomunikasi secara intensif dengan sejumlah partai politik. Komunikasi tersebut dilakukan menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

"Ketika UU Pemilu disahkan, tensi dan dinamika politik berubah sehingga sah saja ketika ada pertemuan dan konsolidasi lintas partai," kata Waketum PAN Taufik Kurniawan di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Taufik mengatakan UU Pemilu menjadikan dinamika politik berubah karena setiap partai politik mempersiapkan kesuksesan pesta demokrasi tersebut.

Menurut Taufik, hal itu menyebabkan konsentrasi parpol sudah mengarah pada bentuk koalisi dan target pemilu masing-masing partai sehingga ketika ada konsolidasi lintas parpol merupakan yang wajar.

"Beberapa waktu lalu ada pertemuan antara Gerindra dan Demokrat maka kedepan ada kemungkinan Gerindra bertemu PAN atau PKS atau PAN bertemu Partai Nasdem. Ini demi kepentingan menyukseskan demokrasi, sah-sah saja," ujar Wakil Ketua DPR itu.

diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengadakan pertemuan di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (27/7) malam. "Saya mulai dari pertemuan kami pada malam hari ini sebenarnya bukan lah sesuatu yang sangat luar biasa. Barang kali yang jadi luar biasa mungkin pertemuan terjadi setelah pada tanggal 20 Juli 2017 lalu dalam rapat paripurna DPR RI, Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS berada dalam 'satu kubu' yang tidak disetujui dikukuhkannya RUU Pemilu," kata SBY.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan pertemuan antara partainya dengan Partai Demokrat akan dilakukan rutin yaitu setiap bulan untuk meningkatkan kualitas komunikasi politik kedua belah pihak. "Kami sepakat lakukan pertemuan rutin sebulan sekali, kami akan mengundang Pak SBY ke Hambalang (kediaman Prabowo Subianto)," kata Fadli Zon.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved